teks berjalan

karmany evadhikarãste te, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Kamis, 21 Desember 2017

Tingkatkan Kinerja : PHDI Bombana Selenggarakan Lokasabha II

Sekda Bombana, H. Burhanuddin Anwar HS. Noy, SE. M. Si. membuka secara resmi kegiatan Lokasabha I PHDI Kabupaten Bombana.
Lantari Jaya, (Inmas Sultra) - Lokasabaha atau Musyawarah Daerah (Musda) Parisada Hindu Dharma Indonesia biasanya dilaksanakan 5 tahun sekali, merupakan ajang untuk melaporkan hasil kegiatan pengurus terdahulu dan memilih pengurus baru dan membuat program selama 5 tahun kepengurusan yang baru ke depan.

Kabupaten Bombana sejak 8 tahun lalu mengawali pembentukan PHDI Kabupaten yang seharusnya telah melaksanakan Lokasabha pada 3 tahun lalu, hal ini terkendala SDM dan dana. Atas upaya umat di Bulan Desember 2017 telah diselenggarakan Mahasabha yang ke-1 PHDI Kabupaten Bombana. Selain membentuk kepengurusan baru PHDI Bombana, juga akan dilakukan pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) Kabupaten Bombana, dan pelantikan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Kordinator Daerah (Korda) Kabupaten Bombana yang pertama kali.

Selasa, 05 September 2017

Tingkatkan Kerjasama Pelayanan Kerohanian, Kanwil Kemenag Sultra Teken MoU dengan RS Bhayangkara Kendari

Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) Antara Rumah Sakit Bhayangkara Kelas III Kendari dengan Kanwil Kemenag Prov. Sultra Tentang Pemberian Kerohanian Kepada Pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari

Kendari (Inmas Sultra) --- Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dr. Sukardi Yunus perihal pemberian kerohanian pasien rumah sakit, bertempat di Aula Rapat Kanwil Kemenag Sultra, Selasa (5/9).

Selasa, 11 Juli 2017

HASIL UDGN PALEMBANG 2017


Kejuaran Yang diperoleh Kontingen UDG Nasional XIII Sulawesi Tenggara di Palembang 2017
Berikut hasilnya :

Selasa, 27 Juni 2017

KELUH KESAH DAN KERAGUAN

KELUH KESAH DAN KERAGUAN

Oleh : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H

Om Swastyastu, tulisan ini hanyalah curahan hati yang disebabkan oleh gerak pikiran yang bergerak kesana-kemari, istrirahat sejenak lalu mengkotak-katik lektop untuk sebuah ikhtiar agar tetap terkendali disaat susah dan lelah menghampiri, mengingat susah-lelah akan terus memotivasi keluh-kesah dan keraguan dalam diri.  Secercah cahaya bhatin menyinari pikiran, lalu bergerak sampai pada “Disaat Bhagavan Shri Krishna memeberikan wejangan kepada Arjuna, dimana kala itu Arjuna larut oleh pengaruh daya kekuatan dari keluh kesah dan keraguan dalam dirinya, ketimbang memelihara sifat sifat Brahmana dan Kestria-nya. Pada saat itu Bhagavan Shri Krishna menanggapi pandangan dan perasaan yang dialami oleh Arjuna dan menjelaskan dasar-dasar pemikiran Samkhya- Yoga kepada Arjuna. Pranam. Om Subhamastu.

Senin, 26 Juni 2017

ENAM LANGKAH UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN MENURUT KITAB ATHARVA VEDA

ENAM LANGKAH UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN
MENURUT KITAB ATHARVA VEDA

Oleh : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H

Untuk mengawali apa yang diwacanakan pada kesempatan ini, sebelumnya terimalah salam Panganjali Umat; “Om Swastyastu” dan Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.

KONSEP KEPEMIMPINAN HINDU (Perspektif: Fungsi Sang Yajamana, Sang Widya, dan Sang Sadaka)

KONSEP KEPEMIMPINAN HINDU
(Perspektif: Fungsi Sang Yajamana, Sang Widya, dan Sang Sadaka)



Oleh: I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kalau mencermati kehidupan  manusia memang unik adanya, keunikan ini karena menurut para ahli budaya manusia memiliki beraneka macam status seperti; Statusnya sebagai makhluk Religi, Indhividu, Sosial, Ekonomi, Hukum, Budaya (Cipta, Rasa dan Karsa),  Keindahan/harmonis, Butuh Pengakuan, Pekerja, Penilai, Pembelajar, Teratur / tertib, Tidak Teratur/tidak tertib, dll. Sehingga dari beberapa status itu manusia secara otomatis memiliki kebutuhan yang beraneka ragam  sesuai dengan kadar dari status-status yang ada dalam dirinya. Contoh: Kalau yang lebih banyak mempengaruhi kadar status / kebutuhan akan religi, maka prilaku orang itu kecenderungannya akan selalu menunjukkan aktivitas religi / ritual  dalam keseharinnya. Kalau yang mempengaruhi kebutuhan akan Indhividu dan Sosial, maka kadang kala manusia ingin hidup sendirian kadang pula ingin berkelompok, berkumpul satu sama lainnya agar dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Dan yang paling parah apabila kebutuhan akan ketidak teraturan/ketidak tertiban yang mempengaruhi dirinya maka aksi-reaksinya membawa dampak  menjadi mahluk yang susah diatur, susah teratur dan susah tertib. Khusus kebutuhan akan ketidak teraturan ini jangan dibiarkan sampai pada titik klimaks yang menggiring manusia terhadap perusakan sistem hukum apalagi sampai terjerumus pada kegelapan (timira).

Kamis, 22 Juni 2017

IWUH - Iuran Wajib Umat Hindu "Iwuh Lancar, Umat Jaya"

-IWUH- "Iuran Warga bikin ingUH" Pengurus Adat dan PHDI Desa  untuk memungut. 
Iwuh - Iuran wajib umat Hindu, besarannya Rp2.500,- per bulan dibayarkan sekali setahun Rp30.000,-, dana Iwuh ini akan terkumpul menjadi DAUH (Dana Abadi Umat Hindu). Iwuh Lancar, Umat Jaya.

Sedikit bayangan dan cerita… tersebutlah di sebuah Desa. Tadi paginya ada rapat adat dan PHDI di balai desa, di mana pengurus adat membicarakan tentang iuran pembangunan pura Khayangan Tiga setiap tahun Rp. 250.000,- per KK dan lanjut pengurus PHDI Desa menjelaskan terkait Dhana Punia yg tertuang dalam kitab2 suci Weda, dilanjutkan mensosialisasikan bhisama PHDI Prov. Sultra tentang IWUH… atau Iuran Wajib Umat Hindu sebesar Rp30.000,- per taun setiap KK. 

Sabtu, 20 Mei 2017

Info PLPG dan Simpatika Guru Agama Hindu 2017

Peserta dan Pemateri pada kegiatan Bimtek Operator Simpatika, 15-17 Mei 2017 di Jakarta
Jakarta, (inmas sultra) - Berlakunya aplikasi SIMPATIKA di Kementerian agama, yang diinisiasi Ditjen Pendis Kemenag RI, dan untuk memudahkan dalam pencarian data Guru Agama dan juga pendaftaran PLPG untuk sertifikasi guru Agama, Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI menyelenggarakan kegiatan Bimtek Operator simpatika pusat dan daerah di Jakarta.

Dari informasi yang disampaikan pada kegiatan dimaksud, sampai kemarin (16/5/17), pusat tahun anggaran 2017 ini masih belum menganggarkan persiapan PLPG, Perguruan Tinggi Keagamaan yg ditunjuk pun belum menganggarkannya. Kalau seandainya di APBNP ada perubahan mungkin akan ada PLPG 2017 ini, jadi kemungkinan besar tahun ini ada ataPLPG itu 50:50. Terkait juga, pusat/Ditjen belum memiliki regulasi terkait PLPG, terutama bagi guru2 agama Hindu yg diangkat 2006- ke atas. Apakah guru Agama Hindu yg belum tersertifikasi akan di PLPG-kan atau PPG-kan (perbedaan PLPG dan PPG anda bisa buka di Google).

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...