teks berjalan

karmany evadhikarãste te, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Selasa, 11 Juli 2017

HASIL UDGN PALEMBANG 2017

Berikut hasilnya :
Sloka anak anak putra:
Jatim (harapan 3)
Sumsel (harapan 2)
Sulteng (harapan 1)
Bali (juara 1)
NTB (juara 2)
Kep. Riau (juara 3)
Sloka anak anak putri:
Kalteng (harapan 1)
Kaltim (harapan 2)
Sumsel (harapan 3)
Sulteng (juara 3)
Jatim (juara 2)
Bali (juara 1)

Selasa, 27 Juni 2017

KELUH KESAH DAN KERAGUAN

KELUH KESAH DAN KERAGUAN


Oleh : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H


Om Swastyastu, tulisan ini hanyalah curahan hati yang disebabkan oleh gerak pikiran yang bergerak kesana-kemari, istrirahat sejenak lalu mengkotak-katik lektop untuk sebuah ikhtiar agar tetap terkendali disaat susah dan lelah menghampiri, mengingat susah-lelah akan terus memotivasi keluh-kesah dan keraguan dalam diri.  Secercah cahaya bhatin menyinari pikiran, lalu bergerak sampai pada “Disaat Bhagavan Shri Krishna memeberikan wejangan kepada Arjuna, dimana kala itu Arjuna larut oleh pengaruh daya kekuatan dari keluh kesah dan keraguan dalam dirinya, ketimbang memelihara sifat sifat Brahmana dan Kestria-nya. Pada saat itu Bhagavan Shri Krishna menanggapi pandangan dan perasaan yang dialami oleh Arjuna dan menjelaskan dasar-dasar pemikiran Samkhya- Yoga kepada Arjuna. Pranam. Om Subhamastu.

Senin, 26 Juni 2017

ENAM LANGKAH UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN MENURUT KITAB ATHARVA VEDA

ENAM LANGKAH UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN
MENURUT KITAB ATHARVA VEDA


Oleh : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H


Untuk mengawali apa yang diwacanakan pada kesempatan ini, sebelumnya terimalah salam Panganjali Umat; “Om Swastyastu” dan Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.


I. PENDAHULUAN
Pada kesempatan ini kami akan membawakan materi dengan Tema “ Enam Langkah untuk menciptakan Kedamaian (Kerta Langu) di Bumi ”. Tema ini kami wacanakan dan haturkan kepada para pembaca umumnya dan khususnya umat sedharma untuk turut ikut serta dalam upaya memberikan sumbangan pemikiran Hindu tentang bagaimana menata hidup dan kehidupan ini agar tercipta kedamaian, demokrasi dan gender dalam kehidupan ini. Kedamaian atau Ketentraman (Kerta Langu), . adalah Dambaan seluruh sekalian alam baik secara kommunal maupun secara individual (personal). Maksudnya adalah Dambaan akan kedamaian itu tidak hanya bagi umat manusia, tetapi tumbuh-tumbuhan dan binatangpun memerlukan kedamaian itu. Kemudian perlu dipahami juga bahwa kedamaian itu bukan dibutuhan saat ini saja, tetapi kedamaian itu dibutuhkan oleh seluruh sekalian alam baik untuk masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Demikianlah Sabda, intruksi dan pesan dari Kitab Suci Veda yang harus kita ditindaklanjuti. Sehingga apabila dalam kehidupan ini setiap umat manusia umumnya dan khususnya umat Hindu mampu mewujudkan kedamaian itu maka ini sejalan dengan impian umat manusia yaitu untuk menciptakan Sorga di Dunia dapat kita wujudkan. Tetapi ternyata masih banyak umat yang keliru memaknai hidupnya khususnya tentang suasana alam sorgawi yang mereka dambakan disaat alam kematian, Mereka berharap masuk sorga atau menikmati suasana alam sorgawi disaat kematian tetapi melupakan suasana sorgawi dalam kehidupannya saat didunia pana ini. Pada hal proses kematian yang baik adalah  “Hidup yang baik dulu, baru mati yang baik”. Yakin tidak? Pemahaman ini ilmiah, Contoh; Anggaplah setiap orang kita andaikan seperti Playsdisk, kemudian masukan Playsdisk itu dalam sebuah  computer ternyata dalam computer itu ternyata data/file dalam playsdisk itu terkontaminasi oleh sebuah Virus. Dan selanjutnya masukan playsdisk itu ketempat computer yang lain maka data/file yang terkena virus akan terbawa oleh memory yang dibawa dari computer sebelumnya. Demikian pula halnya manusia Pengalaman kehidupan yang dilakukan dan dirasakan  dalam hidupnya didunia pana ini akan terbawa oleh memory manusia itu disaat Ia di Alam kematian nanti. Maka jelasnya kalau kita ingin Sorga atau Moksa di Alam kematian maka Kata Kuncinya kita harus bahagia (Hita) dulu di dunia ini. Coba Renungkan Tujuan Umat Manusia menurut ajaran Agama Hindu adalah “Moksartam Jagadhita” artinya Hendaknya Hita didunia (Jagadhita) dan Hita di akhirat disebut (Moksa).

KONSEP KEPEMIMPINAN HINDU (Perspektif: Fungsi Sang Yajamana, Sang Widya, dan Sang Sadaka)

KONSEP KEPEMIMPINAN HINDU
(Perspektif: Fungsi Sang Yajamana, Sang Widya, dan Sang Sadaka)



Oleh: I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kalau mencermati kehidupan  manusia memang unik adanya, keunikan ini karena menurut para ahli budaya manusia memiliki beraneka macam status seperti; Statusnya sebagai makhluk Religi, Indhividu, Sosial, Ekonomi, Hukum, Budaya (Cipta, Rasa dan Karsa),  Keindahan/harmonis, Butuh Pengakuan, Pekerja, Penilai, Pembelajar, Teratur / tertib, Tidak Teratur/tidak tertib, dll. Sehingga dari beberapa status itu manusia secara otomatis memiliki kebutuhan yang beraneka ragam  sesuai dengan kadar dari status-status yang ada dalam dirinya. Contoh: Kalau yang lebih banyak mempengaruhi kadar status / kebutuhan akan religi, maka prilaku orang itu kecenderungannya akan selalu menunjukkan aktivitas religi / ritual  dalam keseharinnya. Kalau yang mempengaruhi kebutuhan akan Indhividu dan Sosial, maka kadang kala manusia ingin hidup sendirian kadang pula ingin berkelompok, berkumpul satu sama lainnya agar dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Dan yang paling parah apabila kebutuhan akan ketidak teraturan/ketidak tertiban yang mempengaruhi dirinya maka aksi-reaksinya membawa dampak  menjadi mahluk yang susah diatur, susah teratur dan susah tertib. Khusus kebutuhan akan ketidak teraturan ini jangan dibiarkan sampai pada titik klimaks yang menggiring manusia terhadap perusakan sistem hukum apalagi sampai terjerumus pada kegelapan (timira).

Kamis, 22 Juni 2017

IWUH - Iuran Wajib Umat Hindu

-IWUH-
Iuran Warga bikin ingUH pengurus adat dan phdi desa  untuk memungut
Sedikit bayangan dan cerita… tersebutlah di sebuah Desa. Tadi paginya ada rapat adat dan PHDI di balai desa, di mana pengurus adat membicarakan tentang iuran pembangunan pura Khayangan Tiga setiap tahun Rp. 250.000,- per KK dan lanjut pengurus PHDI Desa menjelaskan terkait Dhana Punia yg tertuang dalam kitab2 suci Weda, dilanjutkan mensosialisasikan bhisama PHDI Prov. Sultra tentang IWUH… atau Iuran Wajib Umat Hindu sebesar Rp30.000,- per taun setiap KK.

Sabtu, 20 Mei 2017

Info PLPG dan Simpatika Guru Agama Hindu 2017

Peserta dan Pemateri pada kegiatan Bimtek Operator Simpatika, 15-17 Mei 2017 di Jakarta
Jakarta, (inmas sultra) - Berlakunya aplikasi SIMPATIKA di Kementerian agama, yang diinisiasi Ditjen Pendis Kemenag RI, dan untuk memudahkan dalam pencarian data Guru Agama dan juga pendaftaran PLPG untuk sertifikasi guru Agama, Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI menyelenggarakan kegiatan Bimtek Operator simpatika pusat dan daerah di Jakarta.

Dari informasi yang disampaikan pada kegiatan dimaksud, sampai kemarin (16/5/17), pusat tahun anggaran 2017 ini masih belum menganggarkan persiapan PLPG, Perguruan Tinggi Keagamaan yg ditunjuk pun belum menganggarkannya. Kalau seandainya di APBNP ada perubahan mungkin akan ada PLPG 2017 ini, jadi kemungkinan besar tahun ini ada ataPLPG itu 50:50. Terkait juga, pusat/Ditjen belum memiliki regulasi terkait PLPG, terutama bagi guru2 agama Hindu yg diangkat 2006- ke atas. Apakah guru Agama Hindu yg belum tersertifikasi akan di PLPG-kan atau PPG-kan (perbedaan PLPG dan PPG anda bisa buka di Google).

KEJELASAN STATUS "BMP" PADA PLPG 2014

Foto : Ibu Wiwik (jilbab putih) pemateri kegiatan Bimtek Operator Simpatika dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Bagi guru agama Hindu yang mengikuti UKA dan PLPG tahun 2014 di IHDN Denpasar Bali, perlu diketahui terkait hasil PLPG yg saat pengumuman dinyatakan berstatus BMP -> Belum Memenuhi Persyaratan, kami beritakan arti BMP itu adalah "Tidak Lulus", hal ini disampaikan oleh pemateri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat kami mengikuti kegiatan Bimtek Operator Simpatika daerah dan pusat (15-17 Mei 2017) di Hotel All Sesions Jakarta Gajah Mada.

Kamis, 27 April 2017

Pembimas Hindu Serahkan SK Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Konsel

Pembimas Hindu, Ngakan made Sudiana (kanan) menyerahkan SK penyuluh secara simbolis kepada Kepala Kantor Kemenag Kab. Konsel, Adnan Saufi (tengah). 
Andoolo, (Inmas Sultra) - Optimalisasi tugas dan Fungsi Penyuluh Agama Hindu Non PNS, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra adakan kegiatan Pembinaan dan Penyerahan SK Penyuluh Agama Hindu Non PNS wilayah Binaan Kabupaten Konawe Selatan dan Bombana, kepada 17 orang penyuluh. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan pada hari Jumat, 21 April 2017. Dihadiri oleh Pembimas Hindu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Konawe Selatan bersama Kasi Bimas Hindu, Ketua PHDI Kab. Konawe Selatan dan beberapa Ketua PHDI Kecamatan Se-Konsel. 

Senin, 17 April 2017

Makna Lambang Kementerian Agama

Yang belum tau makna lambang Kementerian Agama, bisa disimak di sini.


Ucapan Selamat Nyepi Tahun Baru Shaka 1939

Om Swastyastu, 
Berikut kami tampilkan beberapa ucapan Nyepi 1939 Shaka/ 2017 Masehi, dari beberapa pejabat di Indonesia yang peduli akan keragaman beragama di Indonesia, dan Bule dari Eropa yang juga menaruh perhatian pada hari Raya Nyepi umat Hindu. Terima kasih ucapannya, semoga Bapak/Ibu/Saudara selalu diberkahi Tuhan terkasih. 
Om Santih, Santih, Santih, Om.

Rabu, 22 Maret 2017

Pura Jagad Natha Amerthasari Kabupaten Buton Utara

Pura Jagad Natha Amerthasari Kabupaten Buton Utara
Info Pura :
Alamat : Jl. Pisang, Desa Gunung Sari, Burangga, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Umat penyungsung  36 KK atau 140 jiwa, Pemangku Pura 2 pasang a.n. I Ketut Sedana dan istri Wayan Suartini. Ketut Suardika dan Istri Nengah Rantini 
Piodalan Pura pada Purnama Kedasa

Umat di sini berasal dari Transmigrasi asal Bali, tidak ada umat Hindu asli atau campuran lain. Bagi semeton sedharma yang ingin berpunia untuk Pura ini bisa menghubungi Bapak Komang Dharma Parsua. Beliau adalah guru agama Hindu di kabupaten Buton Utara sekaligus Sekretaris PHDI Kab. Buton Utara.

Selasa, 21 Maret 2017

Selamat Hari Raya Nyepi 1939 Shaka

Om Swastyastu,
Seluruh Jajaran Bimas Hindu Kanwil Kemenag Prov. Sulawesi Tenggara mengucapakan, "Selamat menjalankan Catur Beratha Penyepian bagi umat Hindu yang merayakan. Jadikan Perayaan Nyepi tahun 2017 ini sebagi wahana introspeksi diri, guna mematangkan diri dan membentuk jati diri Indonesia, yang penuh keragaman dan perbedaan. Jadikan perbedaan itu sebagai sarana perekat persatuan. Om Swaha. 

Jumat, 17 Maret 2017

Persyaratan pendaftaran Lembaga Keagamaan Hindu dan Yayasan Di Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI

Om Swastyastu,

Berikut kami sampaikan syarat pendaftaran Lembaga Agama, Keagamaan, Yayasan Hindu di Ditjen Bimas Hindu Kemenag R.I. kepada seluruh umat Hindu di mana pun. Nantinya lembaga yang telah mendaftar akan mendapatkan Tanda Daftar Lembaga Keagamaan Hindu berupa piagam. 

Setiap Lembaga yang telah terdaftar di Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI, lembaga ini resmi menjadi lembaga di bawah binaan Kementerian Agama RI. 

Keuntungan dari lembaga yang memiliki Tanda Daftar ini, ketika ingin mengajukan proposal permohonan dana bantuan operasional maupun yang lainnya, akan menjadi prioritas. Dan Yang tidak memiliki tanda daftar ini tidak akan bisa mendapatkan bantuan operasional di Kementerian Agama RI.

Terus, lembaga apa saja yang harus di daftarkan? Contohnya PHDI, WHDI, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, BPH, PSN, Prajaniti, Peradah, Yayasan, dll.


Selasa, 28 Februari 2017

Pura Desa dan Puseh Wusana Bhumi Desa Lapoa

Pura Desa Puseh Wusana Bhumu Desa Lapoa, Kec. Tinanggea, Kab. Konsel
Pura Desa dan Puseh Wusana Bhumi Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea, Kab Konawe Selatan diamong oleh 207 KK. 

Pemangku : 
1. Jro Mangku Wayan Setiawan (Puseh dan Desa)
2. Jro Mangku Made Sutawan (Pura Dalem)
3. Jro Mangku Wayan Kayun (Pura Rajapati)
4. Jro Mangku Gst Aji Budi Adnya (Pura Ulun Suwi). 

Pura Khayangan Tiga Desa Adat Aepodu, Kec. Laeya, Kab. Konawe Selatan

Pura Dalem Desa Adat Aepodu, Kec. Laeya, Kab. Konsel
Pura Khayangan Tiga Desa Adat Aepudu terletak di Desa Aepodu, Kecamatan Laeya, Kab. Konawe Selatan.

Informasi dari Ketua PHDI Desa Aepodu, I Ketut Wirdana, Lokasi Pura dibagi 2, Pura Dalem rajapati di teben desa dan Pura Desa Puseh di Luanan, dekat pasar Laeya. Untuk Pura Dalem belum memiliki penyengker di dalam pura. Baru memiliki kori agung. Ini adalah bantuan dari Ditjen Bimas Hindu Kemenag R.I.

Untuk bangunan Pura Puseh Desa, masih belum lengkap untuk bangunan gedong Wisnunya, serta halaman pura yang belum di alas, sehingga saat hujan air menghanyutkan tanah timbunan di dalam Pura.

Penyungsung pura umat Desa Adat Aepodu sebanyak 73 KK, 313 jiwa, 105 Laki, 158 Perempuan. 

Jumat, 24 Februari 2017

Jumlah Pura di Sultra Tahun 2017

Om Swastyastu, berikut kami sampaikan daftar jumlah Pura yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara Rekapitulasi bulan Januari 2017. Untuk Detail nama, foto, dan keterangan masing-masing Pura belum semuanya ada. Kami masih menunggu data dari Penyuluh Agama Hindu PNS maupun Non PNS di Sultra. 

Kami berharap ada juga kontribusi umat dalam melengkapi data Pura di Sulawesi Tenggara dengan mengirim foto dan data Puranya masing-masing di email : bimashindusultra@gmail.com atau melalui Facebook Bimas Hindu Sultra dan Twitter @HinduSultra, mari lengkapi data Pura anda, dari anda , oleh anda, untuk kita semua. 


Himbauan PHDI terkait Perayaan NYepi Tahun Baru Saka 1939 (2017 Masehi)


Terkait perayaan Hari suci Nyepi Tahun 1939 Saka atau 2017 Masehi, disampaikan kepada seluruh umat Hindu Se-Nusantara sebagaimana berikut :

Kamis, 09 Februari 2017

Sulinggih Di Sulawesi Tenggara

Kendari, (Inmas Sultra) - Umat Hindu di Sulawesi Tenggara kini dalam melaksanakan ritual/upacara Yadnya tidak perlu lagi jauh-jauh mencari Sulinggih/Pandita ke Bali. Kenapa demikian? Karena di Sulawesi Tenggara kini telah memiliki 9 Sulinggih yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota. Siapa saja Sulinggih kita ini, dan alamat Griya-nya sehingga mempermudah untuk tangkil/nuur Sulinggih? Ayo simak informasi berikut : 

1. Ida Pandita Mpu Nabe Sidhi Prateka

Ida Pandita Mpu Nabe Sidhi Prateka
Alamat : Griya Tua Taman Sari, Desa Jati Bali, Kec. Ranomeeto Barat, Kab. Konawe Selatan

Rabu, 08 Februari 2017

Sukseskan Program Kerja, Ditjen Bimas Hindu Gelar Rakor

Bandung, (Inmas Sultra) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI (Ditjen Bimas Hindu) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perencanaan Pusat, Daerah, dan Perguruan Tinggi Hindu Negeri Tahun 2017 di Bandung, yang diikuti oleh 140 orang peserta berasal dari seluruh satker Bimas Hindu se-Indonesia. Kegiatan dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Fil., Ph.D. (7/2) di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung.

Jumat, 03 Februari 2017

Dahsyatnya Cinta (Menguak Konversi Agama Atas Nama Cinta) #SaveMenNik

Sebelum kita bercerita ke arah tujuan utama goresan tangan di atas keyboard ini, baiknya kita menyimak cerita berikut. 
=============================================
Hoax & Dronna Sindroom

Arahkan pikiranmu ke Medan Perang Kuruksetra pada Epos Besar Mahabaratha sekarang, dan lihatlah!

Ilustasi gambar : Guru Drona
Krisna tahu benar bahwa Rsi Drona sangat sulit bahkan mustahil untuk dikalahkan di dalam peperangan. Sepanjang Rsi Drona dengan kesadaran penuh memegang langkap, selama itulah beliau tidak terkalahkan. Akhirnya Krishna menemukan titik kelemahan sang murid Rsi Bharghawa. Tresna (cinta). Ia, CINTA adalah kelemahan paling buruk dari setiap ksatria semacam Rsi Drona.

Jumat, 27 Januari 2017

Sudha Bumi Gria Wana Amerta Asram, Kini Sultra Miliki 9 Sulinggih

Kolaka Timur, (Inmas Sultra) - Upacara Sudha Bumi adalah salah satua upacara umat Hindu yang diperuntukkan untuk membersihkan pekarangan/palemahan seorang calon Pendeta Hindu, sehingga berubah status rumah menjadi Gria. Gria ini merupakan pusat kerohanian dari seorang brahmana/Pendeta. Hal inilah yang dilaksanakan di Desa Teposua, Kecamatan Loea, Kab. Kolaka Timur, kemarin  pagi (26/1). 

Rabu, 18 Januari 2017

Apa Ya, Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama Hindu?

Penyuluh Agama Hindu Non PNS memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:

Tugas Penyuluh : 
  1. Melaksanakan penyuluhan agama dalam arti yang luas, yaitu pembimbingan dan penerangan di bidang agama Hindu; 
  2. Memberikan teladan kepada umat Hindu melalui tindakan, ucapan dan pikiran; 
  3. Sebagai perpanjangan tangan Ditjen Bimas Hindu, Kementerian Agama dalam menyampaikan visi, misi, program dan kegiatan Ditjen Bimas Hindu, Kementerian Agama; 
  4. Mengembangkan berbagai metode, materi dan media penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama.
  5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara berkala kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara u.p. Pembimas Hindu. 
Fungsi Penyuluh : 
  1. Informatif, yaitu sebagai tempat untuk memperoleh informasi tentang visi, misi, program dan kegiatan Ditjen Bimas Hindu, Kementerian Agama serta isu-isu aktual berkenaan dengan kehidupan keagamaan; 
  2. Edukatif, yaitu sebagai soko guru yang mendidik umat sesuai dengan kitab suci Weda dan Susastera Weda lainnya; 
  3. Konsultatif, yaitu sebagai tempat bertanya dan mengadu bagi umat dalam memecahkan dan menyelesaikan masalah, khususnya masalah keagamaan; 
  4. Advokatif, yaitu memberikan pembelaan kepada kelompok sasarannya dari ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi, baik secara internal maupun eksternal. (pkj) 

Selasa, 17 Januari 2017

INFORMASI PENGANGKATAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS 2017

Om Swastyastu, Perubahan Jadwal.
Kami Informasikan Kembali Terkait Penyuluh Agama Hindu Non PNS Sultra Tahun 2017:

  1. Bagi penyuluh Agama Hindu Non PNS 2016 yang masih mau mengabdi menjadi penyuluh Non PNS (yg belum terangkat PNS/Kontrak Daerah atau Kementerian/Lembaga Negara Lainnya/terikat kontrak instansi lain), mohon mengirimkan surat lamaran/permohonan perpanjangan sebagai Penyuluh dg melampirkan : Surat permohonan, REKOMENDASI PHDI/Bimas setempat, Foto copy Ijasah terakhir, Copy KTP, Foto 3x4 berwarna 1 lembar. Paling lambat 29 Januari 2017. Ingat Laporan 2016 yg belum mengumpul agar dikumpulkan segera, akhir Januari ini. Bagi yg terlambat, pada tanggal ditetapkan tidak juga mengirim laporan dan lamaran, tidak akan diakomodir lagi di tahun 2017.
  2. Di tahun 2017, akan ada penambahan kuota penyuluh Non PNS, yang dulu 55 orang (2016) akan menjadi 60 orang (2017). Jadi akan ada 5 Kursi Kosong dan tambahan beberapa penyuluh 2016 yg mengundurkan diri, terangkat PNS, Terangkat Kepala Desa, Pegawai Kontrak/Honor daerah (jumlahnya masih belum dipastikan pengurangan dari yang terdahulu).
  3. Bagi Umat Hindu yang berminat dan mau mengabdi, bukan hanya retorika tapi mau berbuat untuk umat, untuk diangkat menjadi penyuluh agama Hindu Non PNS Tahun 2017, bisa mengajukan lamaran, selambat-lambatnya 29 Januari 2017. Dengan syarat : Surat permohonan, REKOMENDASI PHDI/Bimas Hindu setempat, Foto copy Ijasah terakhir (minimal SMA/SMK), Copy KTP, Foto 4x6 berwarna 1 lembar. Diutamakan S1 Agama Hindu baik pendidikan, sosial, filsafat, dll. Umur minimal 22 Tahun, maksimal 60 tahun. Pelamar akan mengikuti seleksi administrasi dan iterview/wawancara hari Minggu, 29 Januari 2017 Pk. 10.00 wita - selesai di Ruang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra. 
  4. Honor penyuluh Agama Hindu Non PNS pada tahun 2017 adalah sebesar Rp500.000,-/bulan, sesuai KMA 776 Tahun 2016.
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

TTD. 
Inmas Bimas Hindu.

Senin, 09 Januari 2017

Lokasabha I Lembaga Keagamaan Hindu Tingkat Kabupaten Konawe Selatan

Umat Hindu Kabupaten Konawe Selatan menyelenggarakan Lokasabaha I PHDI, WHDI, PSN, Prajaniti dan Lokasabha IV Peradah Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan sehari penuh, dari pagi hingga malam (8 Januari 2017) di Desa Lalonggapu, Desa Adat Tridanamulya, Kecamatan Landono, Kab. Konawe Selatan ini adalah yang pertama kalinya oleh Lembaga Keagamaan Hindu dilaksnakan secara serentak. 

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...