teks berjalan

karmany evadhikarãste te, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Senin, 30 Desember 2013

Perayaan HAB Ke-68

Foto : Inmas Kemenag Sultra
KENDARI - Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2014 mendatang, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan sejumlah kegiatan di antaranya: Jalan Santai, Perlombaan (Olahraga) antar satker, Donor Darah, Ziarah ke Makam Pahlawan Watubangga, dll. 

Semarak perayaan olah raga dan jalan santai dilaksanakan hari ini Minggu, 29 Desember 2013. Jalan santai yang dilaksanakan, Minggu (29/12/2013) pagi, dengan tempat start di pelataran Kanwil Kemenag Sultra itu, ditandai dengan pelepasan 70 balon gas oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Drs. Rakhman, M.Si didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sultra, Ny. Sitti Nurlina Rakhman.

UTSAWA DHARMAGITA (UDG) I KOTA BAUBAU



A. PENDAHULUAN
Utsawa Dharmagita di dasarkan atas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Pengembangan Utsawa Dharmagita Kota Baubau yang di syahkan bersamaan dengan di syahkannya Pengurus lembaga Pengembangan Dharmagita Kota Baubau oleh Walikota Baubau, melalui Surat keputusan Nomor : 454/ 119/ AKR/ 2012 tentang Susunan Pengurus Lembaga Pengembangan Dharmagita Kota Baubau masa bhakti 2012-2015.

UDG ini adalah pertama kalinya di laksanakan di awali dengan disetujuinya proposal pengganggaran dana APBD Kota Baubau pada tahun 2013 untuk kegiatan ini. Ini juga perjuangan maksimal dari LPDG Kota Baubau dan berkat dukungan anggota DRPD Kota Baubau ( I Ketut Karmawirata, SE) yg merupakan salah satu wakil Hindu di legeslatif.

Jumat, 27 Desember 2013

Tatap Muka, Kepala Kantor Kemenag Prov. Sultra

Acara Tatap Muka, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. Sultra, Drs. Rakhman, M.Si. (kanwil baru) dengan segenap jajaran Lingkup Kanwil Kemenag Sultra (Rabu, 18/12/2013). Drs. Rakhman, M.Si. dilantik Menteri Agama, Surya Darma Ali sebaga Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara di Jakarta (13/12/2013) menggantikan Bapak Drs. H. Muchlis A. Mahmud, MM. yang kini menjabat sebagai staf ahli Sekjen Kemenag RI.

Hadir pada acara tatap muka yang dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Sultra itu, para pejabat eselon III, eselon IV dan karyawan Kanwil Kemenag Sultra, para Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota dan Kepala Satker se Sultra, termasuk sejumlah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se Sultra.

Rabu, 25 Desember 2013

Swastikarana - Pedoman Ajaran Hindu Dharma

Kembali terbit sebuah buku Hindu Bermutu "SWASTIKARANA - Pedoman Ajaran Hindu Dharma" dari Parisada Hindu Dharma Indonesia. Buku ini cetakan pertamanya Pebruai 2013,  dan diperbanyak oleh Ditjen Bimas Hindu untuk diberikan kepada seluruh umat Hindu seNusantara.

Swastikarana, berisi dasar2 ajaran Hindu Dharma, diharapkan lebih memotivasi umat agar lebih memiliki pemahaman, penghayatan, dan pelaksanaan ajaran Agama Hindu bersumberkan Weda. Baik umat kebanyakan pun juga intelektual Hindu agar termotivasi menyumbangkan kemampuannya pada umat sesama dan peminat lainnya.

Selasa, 24 Desember 2013

Usia Pensiun PNS Diperpanjang - Kado Akhir Tahun 2013

Pemerintah memberikan kado akhir tahun berupa perpanjangan usia pensiun PNS. Perpanjangan batas usia pensiun itu ada dalam Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (19/12/2013).

Jika sebelumnya PNS level administrasi atau setingkat eselon III akan pensiun pada usia 56 tahun, kini diperpanjang 2 tahun menjadi 58 tahun. Usia pensiun lebih lama mencapai 60 tahun diberikan untuk PNS eselon II dan I, sedangkan PNS dengan jabatan fungsional pensiun lebih lama lagi. 

Jumat, 06 Desember 2013

Putu Sudarmika : Dengan Orientasi KKG Agama Hindu Guru Mampu Menerapkan Kurikulum 2013

Dalam rangka menyongsong dan menyiapkan lahirnya generasi emas Indonesia, maka Kemdikbud meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, akhirnya Kurikulum 2013 mendapatkan restu dari berbagai pihak untuk diimplementasikan. Kini saatnya kita memasuki era implementasi kurikulum ini, tentu saran perbaikan tetap diharapkan guna meminimalisasi hal yang tidak perlu terjadi di lapangan.

ORIENTASI KKG AGAMA HINDU, TINGKATKAN MUTU GURU

Dalam rangka pengenalaan dan sosialisasi Kurikulum 2013 bagi guru-guru Agama Hindu Sekolah Dasar (SD) Se Provinsi Sulawesi Tenggara, Lembaga Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Hindu Kota Kendari menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Hindu Tahun 2013.

Kamis, 05 Desember 2013

Yudha Triguna : 2 Perguruan Tinggi Hindu Siap Dinegerikan

Dirjen Bimas Hindu kemenag RI, IBG. Yudha Triguna mengajak perguruan tinggi (PT) agama Hindu, baik negeri maupun swasta, harus meningkatkan kualitas pendidikannya, sehingga sejajar dengan PT lainnya. “Tujuan makro perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Keberadaan dan kualitas lulusan, akan dilihat ketika dilepas di masyarakat, sehingga dapat diketahui proses pendidikan itu menjadi baik dengan kualitas lulusan yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ucapnya.

Rabu, 04 Desember 2013

Yudha Triguna : Simakrama Serap Aspirasi Umat Hindu

Jakarta (Pinmas) — Dalam rangka meningkatkan kualitas program kerja, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Simakrama Tokoh Umat dan Masyarakat Hindu.
 
Demikian dikemukakan Dirjen Bimas Hindu IBG Yudha Triguna saat membuka acara bertema Simakrama Tokoh Umat dan Masyarakat Hindu Menuju Masyarakat Rukun, Cerdas, Damai dan Sejahtera, di Jakarta, akhir pekan lalu (1 Desember 2013).

Simakrama Tokoh Umat dan Masyarakat Hindu Tahun 2013

Jakarta (DitjenBimasHindu) — Dalam rangka mengoptimalkan meningkatkan kualitas program kerja, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) khususnya Direktorat Urusan Agama Hindu menggelar Simakrama Tokoh Umat dan Masyarakat Hindu yang diadakan di Hotel Bidakara Jakarta, Jumat. (29/11).

Dirjen Bimas Hindu IBG Yudha Triguna mengemukakan saat membuka acara bertema Simakrama Tokoh Umat dan Masyarakat Hindu Menuju Masyarakat Rukun, Cerdas, Damai dan Sejahtera, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Nawa Widha Bhakti - Sewaka Dharma Kirthanam (Part3)

NAWA WIDHA BHAKTI (Sewaka Dharma Kirthanam)
(Pelayanan Yang Tulus Ikhlas dengan Cara Memuji dan Memuja)*
Oleh :
I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H. )**

Nawa Wida Bhakti adalah salah satu ajaran yang dapat dimaknai dan dipedomani untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat manusia terhadap Tuhannya sebagai hamba Tuhan. Pada kontek kehidupan sosial ajaran ini dapat dimaknai untuk membangun dan menciptakan kesalehan sosial serta untuk menciptakan situasi dan kondisi yang damai dan sentosa dalam jalinan hubungan sosial yang serasi, selaras dan harmonis dengan kesadaran prinsip hidup bersama yang saling menghargai, menghormati, melayani dan dilayani satu sama yang lainnya dalam satu kesatuan organ-organ tubuh sosio sesuai dengan prinsip-prinsip dasar aturan keimanan, aturan kebajikan dan aturan acara keagamaan yang dianutnya serta aturan-aturan etika, moralitas dan kebajikan yang berlaku untuk umum.

Selasa, 03 Desember 2013

NAWA WIDA BHAKTI - Sewaka Dharma Sravanam (Part2)

NAWA WIDA BHAKTI 
Sewaka Dharma Sravanam
(Pelayanan Yang Tulus dengan Cara Mendengar)*
Oleh :
I Nengah Sumendra, S.Ag, M.Fil.H )** 

Pada Era Reformasi sekarang ini, kemajuan demokrasi yang dapat dirasakan di antaranya adalah setiap orang semakin pandai, berani dan bebas untuk mengemukakan atau menyampaikan pemikiran, gagasan/ide, wacana dan pendapat tentang sesuatu apapun itu kepada orang lain, tetapi disaat yang bersamaan juga dewasa ini terjadi krisis kepercayaan terhadap orang lain. Sehingga fenomena yang terjadi apapun bentuk pemikiran, gagasan/ide, wacana dan pendapat seseorang tentang sesuatu hal, belum apa-apa sudah tidak dipercayai dan dicemo’oh. Sikap yang ditampilkan dari ketidak percayaan itu adalah sebuah sikap yang acuh tak acuh atau sikap ketidak pedulian lainnya, bahkan tidak jarang juga terjadi sebuah sikap yang main hakim sendiri, memvonis bahwa semua pemikiran, gagasan/ide, wacana dan pendapat seseorang itu hanya retorika atau hanya bualan semata, bahkan berlanjut pada seseorang melontarkan umpatan, cacian dan hinaan kepada orang lain seperti; ‘ahh teori saja’, ‘ahh hanya pintar ngomong’, ‘ahh hanya omong doang (omdo)’ dan kata-kata umpatan sejenis yang memberikan kesan bahwa sesungguhnya orang itu tidak percaya terhadap pemikiran, gagasan/ide dan wacana atau pendapat orang lain.

MENANAMKAN AJARAN NAWA WIDA BHAKTI (Part 1)

MENANAMKAN AJARAN NAWA WIDA BHAKTI UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER KETUHANAN DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI MODAL DASAR GUNA MEWUJUDKAN KESALEHAN DAN KEHARMONISAN SOSIAL
Oleh :
I Nengah Sumendra )** 

Kedamaian dan ketentraman (Kerta Langu), adalah dambaan seluruh sekalian alam baik secara kommunal maupun secara individual (personal). Maksudnya adalah dambaan akan kedamaian itu tidak hanya bagi umat manusia, tetapi tumbuh-tumbuhan dan binatangpun memerlukan kedamaian itu. Kemudian perlu dipahami juga bahwa kedamaian itu bukan dibutuhkan saat ini saja, tetapi kedamaian itu dibutuhkan oleh seluruh sekalian alam baik untuk masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Demikianlah sabda, intruksi dan pesan dari Kitab Suci Veda yang harus kita ditindaklanjuti dengan sraddha dan rasa bhakti (iman dan taqwa) yang mantap. Apabila dalam kehidupan ini setiap umat manusia umumnya dan khususnya umat Hindu mampu mewujudkan kedamaian itu maka impian umat manusia untuk menciptakan suasana sorga di dunia ini dapat diwujudkan.

Senin, 02 Desember 2013

Ngakan Sudiana : Guru Agama Hindu Dinas Tetap Menjadi Binaan Kemenag

Pembimas Hindu Menutup Kegiatan Orientasi MGMP
Kendari - Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Ngakan Made Sudiana, S.Pd.,MM. menyampaikan pesan kepada para guru Agama Hindu agar selalu berkoordinasi dan rajin-rajin mencari informasi terkait peningkatan kompetensi guru dan sertifikasi. "Kementerian Agama tidak hanya membina Guru-guru Agama yang diangkat oleh Kemenag saja, tapi seluruh guru agama Hindu baik pengangkatan Kemenag dan Dinas. Secara administrasi memang tidak ada hubungan satker antara Kemenag dan Dinas atau daerah, namun terkait sertifikasi guru, Guru agama Hindu dibayarkan di Kemenag. Jadi, kami harapkan seluruh guru agama mengumpulkan berkas keguruanya di Kanwil, agar kami memiliki data valid jumlah guru agama Hindu di Sulawesi Tenggara. Demikian juga guru-guru agama Hindu Non PNS agar melapor ke Kanwil, agar kami bisa mendata dengan jelas guru Agama Hindu Non PNS yang ada di Sulawesi Tenggara," tegasnya. 

Orientasi MGMP Agama Hindu Se Sulawesi Tenggara

Kendari - Lembaga Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Agama Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2013 ini menyelenggarakan kegiatan Orientasi MGMP Agama Hindu Tahun 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang guru agama Hindu baik PNS maupun Non PNS dari seluruh Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari dari tanggal 22 s.d. 24 Nopember 2013 diselenggarakan di Hotel Srikandi Lepo-Lepo, Kendari.

Ketua Panitia Penyelenggara, I Putu Sudarmika, S.Pd., M.Hum. dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini telaksana atas bantuan Kanwil Kemenag Prov. Sultra melalui bantuan pendidikan tahun anggaran 2013. 

H. Muchlis A. Mahmud : "Guru Dituntut Memberi Kontribusi Dalam Pembinaan mental Anak"

Kendari - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Drs. H. Muchlis A. Mahmud, MM. menyampaikan apresiasi yang sangat baik atas terselenggaranya kegiatan Orientasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Agama Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2013 sekaligus minta maaf atas keterlambatan beliau karena masih harus memimpin rapat di kantor. "Pertama-tama saya mohon maaf atas keterlambatan saya karena saya harus memimpin rapat di kantor, maklum kakanwil milik semua agama, saya juga tidak enak dengan panitia karena saya sudah janji akan datang, dan saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Dan, apalagi tema dari kegiatan ini Meningkatkan Profesionalisme Guru Dalam Menulis Karya Ilmiah, ini baru pertama kali saya menghadiri kegiatan MGMP dengan tema seperti ini. Ini sangat mendukung program pemerintah ke depan, di mana guru apabila ingin naik pangkat kan harus membuat penelitian", ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...