teks berjalan

karmany evadhikarãste te, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Jumat, 08 Juni 2018

Gelar Simakrama, Umat Hindu UPT Amohola Undang Pemerintah Kab. Karangasem, Bali

Foto bersama usai kegiatan Simakrama Umat UPT Amohola, Desa Puudaria, Kec. Moramo, Kab. Konawe Selatan
Konawe Selatan, (Inmas Hindu Sultra) -- Dalam rangka perayaan Galungan dan Upacara Rsi Gana di Pura Pucak Wana Giri umat Hindu UPT Amohola, Desa Puuduria, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan Simakrama. 

Simakrama dilaksanakan pada Senin, 4 Juni 2018 bertempat di Wantilan Pura Pucak wana Giri yang mengundang Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem-Bali.

Kegiatan simakrama yang dimulai pukul 14.30 wita di awali dengan sambutan MC dan ucapan selamat datang, dilanjutkan Laporan Ketua Panitia kegiatan umat yang juga ketua PHDI Amohola-Puuduria, Wayan Doblet Ariarsana. Yang bersangkutan juga salah satu penyuluh agama Hindu Non PNS yang bertugas di Kecamatan Moramo.

Wayan Doblet menyampaikan kondisi umat Hindu dan warga transmigrasi dari awal masuk transmigrasi tahun 2008 hingga 2018, 10 tahun bertahan di Amohola. Disampaikan bahwa dari 50 KK umat Hindu yang ditransmigrasikan di lokasi itu, berasal dari 2 Kabupaten, Bangli dan Karangasem, sampai saat ini bertahan 24 KK dengan jumlah jiwa 93 jiwa. Beberapa permasalahan di lokasi juga diungkapkan, dan kemajuan umat juga disampaikan baik secara pendidikan telah berdiri Pasraman Tat Twamasi yang telah terdaftar di Dirjen Bimas Hindu Kemenag R.I., Pembangunan Pura, perkembangan ekonomi umat dan lain-lainnya. Umat juga berterima kasih atas kehadiran Pemerintah Karangasem memenuhi undangan yang telah disampaikan.

Ketua PHDI Konawe Selatan, Gusti Adi Suantara menyambut baik kehadiran Pemerintah Kabupaten Karangasem di daerah Konawe Selatan, dan menyampaikan kondisi kerukunan umat di daerah ini terja dengan baik. Beliau juga menceritakan tentang bagaimana kondisi umat Hindu di Kabupaten Konawe Selatan. Umat transmigrasi di Konsel mengawali tahun 1969 di Desa Jati Bali, dan selanjutnya Daerah Landono, Mowila dan yang lainnya. 

"Keadaan transmigrasi jaman dulu dan sekarang sangatlah berbeda, terutama terkait fasilitas yang diterima masyarakat, oleh karenanya umat Hindu di sini wajib kuat, karena anda tidak sendiri," tegasnya. 

Pembimas Hindu, Ngakan Made Sudiana menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan selamat datang kepada pemerintah daerah Karangasem di Sulawesi Tenggara, beliau juga mengucapkan selamat hari raya Galungan lan Kuningan kepada umat. Sudiana juga menyampaikan terkait potensi umat Hindu di Sultra.

"Perlu kami sampaikan bahwa umat Hindu di Sulawesi Tenggara tersebar di 11 Kabupaten/Kota, dari 17 Kab./Kota yang ada di Sultra. Secara ekonomi, kondisi umat belum merata, ada yang sudah maju, dan ada juga yang masih menempati rumah trans yang ditempati di awal mereka datang," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Karangasem, yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Nyoman Suradnyana, yang didampingi Made Sujana Kabid tenaga kerja. Beliau menyampaikan permohonan maaf ibu Bupati Karangasem tdk bisa hadir karena ada kesibukan lain yang juga sangat penting, sehingga menugaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kabag Kesra yang hadir memenuhi undangan umat Hindu di Desa Amohola-Puuduria ini.

Nyoman Suradnya menyampaikan bahwa sudah 3 kali datang ke UPT Amohola, dan ini adalah kali keempatnya sejak 2008 lalu. Pertama datang membawakan bantuan Chainsaw (gergaji kayu mesin), kedua dan ketiga datang membantu masalah sertifikat tanah pembagian warga yang belum terbit. Datang kempat kalinya ini adalah simakrama atas undangan umat.

Hadir mendampingi umat dalam kegiatan Simakrama ini, dari unsur Pemerintah yaitu Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra, Ngakan Made Sudiana, Kasi Bimas Hindu Kabupaten Konawe Selatan, Komang Sukeyasa, dan Kepala Desa Amohola-Puuduria. Dari unsur lembaga Agama dan Keagamaan Hindu, hadir Wakil Sekretaris PHDI Sultra, Pande Kadek Juliana, Ketua PHDI Kabupaten Konawe Selatan, Gusti Adi Suantara bersama anggota, Ketua PHDI Kecamatan Moramo, Nyoman Sudarman, dan PHDI Desa dan Adat Wana Giri Puuduria. (PKJ)

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...