Secara umum isi proposal permohonan bantuan itu susunannya hampir sama,
namun untuk permohonan bantuan pendidikan, baik rehab pasraman, operasional
pasraman, pasraman kilat, dan sarana prasarana pasraman Isi dari proposalnya
antara lain :
Jumat, 15 Mei 2015
Kanda Pat - Sang Hyang Catur Sanak
Kelahiran Manusia Mempunyai Saudara Empat
Dalam Kanda Pat diceritakan kelahiran manusia mempunyai saudara sebanyak empat yang terdiri dari Anggapati, Prajapati, Banaspati, dan Banaspatiraja. Pada usia kehamilkan enam bulan terbentuklah empat saudara yakni Babu Lembana, Babu Abra, Babu Ugian, Babu Kekered. Pada umur kehamilan sepuluh bulan lahirlah sang bayi beserta saudaranya yakni ari-ari disebut Sang Anta, tali pusar (Sang Preta), darah (Sang Kala), air ketuban (Sang Dengen). Keempat saudara ini yang memelihara semasih dalam kandungan. Ketika lahir keempat saudara tersebut berpisah dan berganti nama menjadi I Salahir (Anta), I Makahir (Preta), I Mekahir (Kala), dan I Salabir (Dengen), sedangkan badan manusia sendiri disebut dengan I Legaprana. Keempat saudara yang telah terpisah tersebut masih saling ingat satu sama lain. Kemudian kira-kira selama empat tahun kemudian, keempat saudara tersebut saling melupakan, dan menjelajahi dunianya sendiri-sendiri. I Salahir ke timur berganti nama menjadi Sang Hyang Anggapati, I Makahir ke selatan berganti nama menjadi Sanghyang Prajapati, I Mekahir ke barat menjadi Sanghyang Banaspati, I Salabir ke utara menjadi Sanghyang Banaspatiraja.
Tingkatan Caru dan Binatang yang Dipakai
CARU pada hakikatanya dipahami sebagai persembahan untuk Bhuta Kala. Upacara caru dimaknai sebagai upacara untuk menjaga keharmonisan alam, manusia dan waktu.
Di Bali Dikenal Tiga Jenis Caru
1. Caru Palemahan Bumi Sudha yaitu upacara caru untuk tempat atau wilayah. Baik itu untuk mengharmoniskan tempat untuk dipakai tempat suci, dibangun rumah, atau sebuah wilayah yang tertimpa musibah.
2. Caru Sasih yaitu caru yang dilaksanakan berkaitan dengan waktu-waktu tertentu yang dipandang perlu diharmoniskan. Misalnya Caru Sasih Sanga (sehari sebelum Nyepi)
3. Caru Oton yaitu caru untuk orang atau benda sebagai unsur bhuana agung yang mengalami berbagai siklus, baik terhadap waktu maupun perkembangannya. Misalnya caru oton untuk anak yang baru lahir, untuk perkawinan, akil balik, kematian dll. yang sering juga disebut dengan byakala.
Banten caru biasanya berisikan hal-hal khas
1. Aneka macam nasi, baik warna maupun bentuk
2. Aneka bumbu-bumbuan (bawang, jahe, terasi, garam)
3. Daging (terutama bagian jeroan)
4. Arang
5. Darah
6. Blulang atau bayang-bayang binatang
7. Tuak, arak dan berem
8. Api takep
9. Aneka bunyi-bunyian
Jumat, 01 Mei 2015
Boleh Berbohong?
Dalam Ajaran Hindu mengenal Panca Nrta yaitu Lima kebohongan yang diperbolehkan. pembagiannya antara lain:
1. Berbohong Kepada Anak-anak
Misalnya membohongi anak kecil kalau dia menduduki bantal maka akan bisulan. Padahal secara logika, mana mungkin bantal bisa membuat bisulan. Tujuan dari kebohongan ini adalah menjaga sopan santun sang anak bahwa bantal untuk kepala tidak boleh diduduki.
2. Berbohong dalam Dunia Perdagangan
Untuk memperoleh untung, seorang pedagang memang berbohong ketika menjual sesuatu barnag miliknya. Akan sangat tidak mungkin jika seseorang menjual barang dagangannya sesuai dengan harga aslinya, maka pedagang itu pasti akan rugi mengingat biaya transportasi dan lain sebagainya harus diperhitungkan.
3. Berbohong Kepada Musuh
Misalnya, saat di medan perang, kita tertangkap oleh musuh dan jiwa kita terancam jika tidak memberi informasi. Dalam keadaan seperti ini kita boleh berbohong dalam memberikan informasi.
4. Berbohong Kepada Pasangan
Aturan ini berlaku untuk pasangan yang sudah terikat janji suci pernikahan. Mengapa boleh berbohong pada pasangan? Ini tujuannya cukup baik yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga. Misalnya, di pagi hari seorang istri membuatkan sarapan untuk suaminya. Tentu suaminya memuji bahwa masakan istrinya sangat enak, walau kenyataannya mungkin rasanya asin.
5. Berbohong Kepada Orang Sakit
Misalnya, jika kita menjenguk seorang kawan di rumah sakit. Selalu katakan “Kamu akan segera sembuh”, baik itu kebenaran atau kebohongan. Namun, jika kita mengatakan “umurmu tinggal 7 hari lagi”. Coba kita pikirkan, bagaimana perasaan orang tersebut.
Penyuluh Agama Hindu Non PNS, Ngakan: Kami Akan Segera Laksanakan Pembinaan
Kendari, (Inmas sultra) - Umat Hindu di Sulawesi Tenggara adalah umat Hindu terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Lampung. Dengan jumlah umat sekitar 80 ribuan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Dengan sebaran di masing-masing kabupaten yang tidak merata serta wilayah yang luas, tentunya pembinaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara oleh Kementerian Agama tidak bisa merata, apalagi SDM Hindu di Kanwil Kemenag Sultra sangat terbatas.
Jumat, 10 April 2015
PD KMHDI SULTRA BENTUK PC KMHDI KENDARI
Kendari - Dalam rangka pengoptimalan kinerja PD KMHDI Sultra guna memperlancar program kerja tahunan serta pembinaan SDM Muda Hindu, PD KMHDI SUltra pada bulan Desember 2014 lalu telah membentuk Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Kendari.
Sebelum dibentuknya PC KMHDI Kendari, terlebih dahulu telah dibentuk Komisariat KMHDI Kota Kendari, baru dibulan Desember 2014 lalu bisa dilaksanakan Sabha I Komisariat KMHDI Kendari. Pelaksanaan Sabha dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2014 di Jaba Pura Penataran Agung Jagat Hita Kota Kendari. Pengukuhan Pengurus dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2014 yang dirangkaikan dengan kegiatan Kakilala (Bina Akrab) Angkatan 2014 yang bertempat di Pantai Toronipa.
Kamis, 09 April 2015
Ida Pedanda Putu Anom Kawi Sulinggih Ke-6 di Sultra
Pada tanggal 8 April 2015 bertempat di Desa Punggulahi, Kec. Mowila, Kabupaten Konawe Selatan telah lahir seorang Pedanda Anyar. Upacara Diksa/Dwijati telah dilaksanakan sehingga umat Hindu Sulawesi Tenggara kini memiliki 6 orang Sulinggih/Pendeta.
Upacara Padiksaan Ida Bagus Alit Putra dan Ida Ayu Wija Wati yang diprakarsai oleh PHDI Kabupaten Konawe Selatan dan PHDI Kecamatan Mowila ini berjalan dengan lancar. Sekarang setelah didiksa Ida Bagus Alit Putra bergelar Ida Pedanda Putu Anom Kawi dan Ida Ayu Wija Wati bergelar Ida Pedanda Istri Rai Kanaka. Dengan peningkatan status ini, Rumah beliau pun sekarang disebut dengan nama Griya, yaitu Griya Pamaron Anom Manuaba.
Selasa, 24 Maret 2015
LAKSANAKAN MELASTI, RIBUAN UMAT HINDU PENUHI PANTAI NAMBO
Kendari, (inmas sultra)__Menyambut Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2015, Umat Hindu di Sulawesi Tenggara telah memulai rangkaian upacara Nyepi dengan melaksanakan kegiatan Melasti/Makiyis, 18 Maret 2015 kemarin. Ribuan umat Hindu dari Konawe, Konsel, dan Kendari penuhi Pantai Nambo, Kendari. Karena banyaknya umat Hindu yang datang, sempat membuat macet jalan Poros Abeli-Nambo.
Senin, 23 Maret 2015
Menag: Nyepi Waktu Bercermin Diri
Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Hindu untuk dapat mengambil makna terdalam dalam perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Menurutnya, Nyepi mengandung makna introspeksi dan karenanya menjadi saat yang tepat untuk bercermin diri.
“Pelaksanaan hari raya Nyepi mengandung makna introspeksi bahwa pada suatu waktu manusia perlu bercermin ke dalam dirinya sendiri,” pesan ini disampaikan Menag melalui siaran salah satu stasiun televisi nasional, Jumat (20/03) malam.
Menag Ucapkan Selamat Jalani Catur Brata Bagi Umat Hindu
Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan selamat menjalani Catur Brata kepada seluruh umat Hindu yang merupakan bagian dari rangkain perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Pesan ini disampaikan Menag melalui siaran salah satu televisi nasional, Jumat (20/03) malam.
Perayaan Nyepi diawali dengan upacara Tawur Kesanga atau penyucian Buwana Agung dan Buwana Alit. Rangkaian berikutnya adalah melaksanakan empat macam pengendalian diri yang disebut Catur Brata Penyepian, yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karye (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang dan mengumbar hawa nafsu).
Langganan:
Postingan (Atom)



