Jika kita mau meruntut asal mula dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu ternyata semua dimulai dari adanya tuntutan masyarakat Bali kepada pemerintah agar di Departemen Agama Republik Indonesia dibentuk bagian Hindu Bali, hingga akhirnya melalui proses panjang dengan tahapan- tahapan sebagai berikut :
1. Periode Tahun 1946 – 1952
Pada periode ini bisa dikatakan sebagai proses awal pembentukan wadah (Direktorat Jenderal) khususnya untuk agama Hindu dan Buddha dengan membentuk susunan organisasi Departemen Agama. Dalam periode ini pula di Bali timbul suatu reaksi, didasari oleh karena agama Hindu Bali itu dianggap sebagai suatu aliran/kepercayaan, sehingga timbul perjuangan untuk menyatakan agama Hindu sebagai agama bukan sebagai aliran, sehingga tahun 1952 khususnya untuk penduduk yang beragama Hindu di Bali oleh pemerintah daerah Bali dengan membentuk kantor Dinas Urusan Agama Otonomi. Umat Hindu di Bali tidak ada hentinya untuk terus mengupayakan serta mengusahakan dan memohon kepada pemerintah agar Agama Hindu diberikan tempat di lingkungan Departemen Agama RI. Tuntutan ini baru terlaksana pada tahun 1960 dengan dibentuknya bagian Urusan Hindu Bali pada Departemen Agama Republik Indonesia.
