teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Tampilkan postingan dengan label BIMAS HINDU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIMAS HINDU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2023

Bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan, Dirjen Bimas Hindu Ajak Umat Hindu Rayakan Galungan dengan Semangat Persatuan

Kunjungan Dirjen Bimas Hindu, Prof. Duija di AWP DS Koltim 2022

Jakarta – Hari Suci Galungan yang akan dirayakan pada 2 Agustus 2023 bertepatan dengan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 78 tahun.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, I Nengah Duija mengajak umat Hindu untuk memproyeksikan semangat persatuan sebagai bagian dari dharma agama dan dharma negara.

“Galungan dan Kemerdekaan RI sama-sama bermakna kemenangan. Menjadi momentum yang tepat bagi umat Hindu untuk kembali menyulut semangat persatuan” ungkap Prof Duija pada Selasa (2/8/2023) di Jakarta Timur.

Rabu, 01 Maret 2023

Bincang Seputar Pendidikan dan Moderasi Beragama di Sultra bersama Dirjen Bimas Hindu


Jangan lupa saksikan bincang-bincang kami dengan Dirjen Bimas Hindu Kemenag R.I. di studio Podcast Graha Moderasi Beragama Kemenag Sultra. 

Kamis, 02 Januari 2014

Sejarah dan Kepemimpinan Ditjen Bimas Hindu 1946-2021

Jika kita mau meruntut asal mula dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu ternyata semua dimulai dari adanya tuntutan masyarakat Bali kepada pemerintah agar di Departemen Agama Republik Indonesia dibentuk bagian Hindu Bali, hingga akhirnya melalui proses panjang dengan tahapan- tahapan sebagai berikut :

1. Periode Tahun 1946 – 1952
Pada periode ini bisa dikatakan sebagai proses awal pembentukan wadah (Direktorat Jenderal) khususnya untuk agama Hindu dan Buddha dengan membentuk susunan organisasi Departemen Agama. Dalam periode ini pula di Bali timbul suatu reaksi, didasari oleh karena agama Hindu Bali itu dianggap sebagai suatu aliran/kepercayaan, sehingga timbul perjuangan untuk menyatakan agama Hindu sebagai agama bukan sebagai aliran, sehingga tahun 1952 khususnya untuk penduduk yang beragama Hindu di Bali oleh pemerintah daerah Bali dengan membentuk kantor Dinas Urusan Agama Otonomi. Umat Hindu di Bali tidak ada hentinya untuk terus mengupayakan serta mengusahakan dan memohon kepada pemerintah agar Agama Hindu diberikan tempat di lingkungan Departemen Agama RI. Tuntutan ini baru terlaksana pada tahun 1960 dengan dibentuknya bagian Urusan Hindu Bali pada Departemen Agama Republik Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...