teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Tampilkan postingan dengan label KENDARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KENDARI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2024

Sambut Nyepi 1946 Caka: Umat Hindu di Kendari Laksanakan Melasti Di Pantai Nambo

Tarian Rejang menyambut Tirtha Amertha 
Kendari (Humas Sultra) – Ratusan Umat Hindu di Kota Kendari melaksanakan upacara Melasti di Pantai Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/3/2024).

Melasti ini merupakan rangkaian kegiatan umat Hindu jelang perayaan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1946, yang jatuh pada 11 Maret 2024.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Tenggara, I Nyoman Sudiana mengatakan, makna Melasti adalah untuk pembersihan diri, baik perkataan, pikiran maupun perbuatan yang telah dilakukan.

Sabtu, 14 Oktober 2023

Pembimas Hindu Harapkan Pinandita Menjadi Pelopor Moderasi Beragama

Kendari (Humas Sultra) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili Pembimas Hindu, I Komang Sukeyasa memberikan sambutan dalam Pembukaan Kegiatan Pembinaan Pinandita dan Sarati Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Sultra di Wantilan Jagadhita, Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari Sulawesi Tenggara, Jumat, 13 Oktober 2023 dan dibuka langsung Ketua Umum PSN Pusat.

Sukeyasa menyampaikan bahwa peran Pinandita/Pemangku saat ini tidak hanya ngantebang Banten/upakara. 

Sabtu, 11 Februari 2023

Tingkatkan Kompetensi Guru PAH, Pasraman Prema Widya Shanti Selenggarakan Bimtek

Kendari, (Humas Sultra) --- Guna meningkatkan kompetensi guru terkait pemahaman Kurikulum Merdeka, Pasraman Sekolah Minggu Prema Widya Shanti Kota Kendari selenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis. Bertempat di Gedung Sekolah Tinggi Agama Hindu Bhatara Guru Kendari, kegiatan  dibuka langsung Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, I Komang Sukeyasa. 

Made Dwinanto, Ketua Pasraman Sekolah Minggu dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis Guru Pasraman Prema Widya Shanti ini dilaksanakan atas dukungan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sultra.

"Kegiatan ini kami laksanakan guna memberikan bekal dan menyusun bahan ajar untuk guru-guru kami sesuai kurikulum merdeka. Terlaksananya kegiatan ini tentunya tidak lepas dari bantuan Pembimas Hindu," tuturnya. 

"Bimtek kali ini mengambil tema Melalui Kegiatan Bimtek Kita Tingkatkan Kemampuan, Kompetensi, dan Profesionalisme Pendidik Seiring Perkembangan Zaman dan Teknologi," imbuhnya.

I Nengah Setiawan, Ketua Yayasan Ganapati Jaya Kendari selaku penyelenggara Pasraman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pasraman dan Pembimas atas dukungan terhadap kegiatan Pasraman Prema Widya Shanti. 

"Ini menjadi contoh yang baik bagi Pasraman yang lainnya. Program kerja ini harus setiap tahun dilaksanakan oleh Pasraman, karena tujuannya jelas. Gurunya berkualitas, tentu nanti peserta didiknya juga akan berkelas. Kami sangat apresiasi kegiatan ini, dan terima kasih kepada Pembimas Hindu telah mendukung Pasraman kami ini untuk bisa beraktifitas," sampainya. 

"Bimtek ini akan membahas administrasi Kurikulum Merdeka, ini akan sangat menarik. Karena Kurikulum Merdeka ini berorientasi terhadap peserta didik, student centris. Paling tidak, usai Bimtek, para guru bisa menyusun modul pembelajaran," imbuh Setiawan yang juga Kelian Banjar Sindhu Mertha Kota Kendari ini. 

Pembimas Hindu, I Komang Sukeyasa dalam sambutannya memberikan titik poin pemahaman 4 kompetensi guru yang wajib dikuasai oleh para pendidik. 

"Berbicara masalah meningkatkan kemampuan kompetensi dan profesionalisme guru, maka kita harus tau dan paham Undang-Undang 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Di mana guru wajib menguasai 4 kompetensi dasar, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional," tegasnya.

"Pemerintah melalui Kementerian Agama juga telah membuat payung hukum Pasraman, melalui PMA 56 tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan Hindu. Harapannya nanti di Kota Kendari kita bisa mendirikan Pasraman Formal. Melihat potensi yang cukup besar di Pasraman ini. Apalagi pak ketua Yayasan juga membawahi STAH Bhatara Guru, sebagai tempat nantinya lulusan STAH mengabdi," imbuh Sukeyasa. 

"Kami di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara 2 tahun ini sedang menggemakan gerakan Pasraman Bersahabat. Bersahabat ini adalah akronim dari Bersih Religius Santun Harmonis Berbasis Teknologi, dengan tagline 3B. Bersama Bersatu Bersaudara. Demikian juga nantinya di Pasraman Prema Widya Shanti ini, agar sama-sama menggemakan gerakan ini," cetusnya.

"Pasraman sebagai lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu, kami harap bisa menjadi wahana pengembangan moderasi beragama, mencetak insan beragama yang unggul dan santun. Serta tidak ketinggalan dengan teknologi, di era digital seperti sekarang ini," tutupnya.

Kegiatan yang dilaksanakan 2 hari, 10-11 Februari 2022 ini diikuti Guru Aktif dan PKL Pasraman Prema Widya Shanti Kendari. Hadir dalam pembukaan kegiatan Pembimas Hindu, I Komang Sukeyasa, Penyuluh Agama Ahli Muda Kota Kendari, Pande Kadek Juliana, Ketua Yayasan Ganapati Jaya Kendari, I Nengah Setiawan dan Pengurus Pasraman. (PKJ)

Minggu, 08 November 2020

Pembimas Hindu Buka MPAB PC KMHDI Kendari

Kendari, (Humas Sultra) - Sabtu, 7 Nopember 2020 Pembimas Hindu Prov. Sultra I Komang Sukeyasa, S.E memberikan arahan dan membuka MPAB KMHDI PC. Kendari di Wantilan Pura Penataran Agung Kendari 

Selasa, 20 Oktober 2020

Kesiapan Pasraman Formal di Kendari: Yayasan Ganapati Jaya Selenggarakan Seminar Bersama

Kendari, (Humas Sultra) --  Yayasan Ganapati Jaya Kota Kendari menyelenggarakan Seminar Bersama dengan topik "Dengan Membangun Pasraman Formal di Kota Kendari, Generasi Muda Hindu Siap Sambut Dampak Perkembangan IT Di Era Revolusi Industri 4.0 Di Sulawesi Tenggara." 

Minggu, 04 Oktober 2020

Pembimas Serahkan Bantuan Afirmasi Di Pasraman Prema Widya Shanti Kota Kendari

Penyerahan bantuan Afirmasi ke siswa Pasraman
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Suotra, I Komang Sukeyasa Serahkan Bantuan Afirmasi Covid-19 di Pasraman Prema Widya Shanti Kota Kendari
---------
Kendari, (Humas Sultra) -- Dalam penanganan dampak Covid-19 bagi penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Hindu melalui Pasraman, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama (Kemenag) R.I. menyalurkan bantuan Afirmasi Covid-19 tahun Anggaran 2020. Sulawesi Tenggara mrndapatkan 12 lokasi Pasraman yang dibantu Bantuan Afirmasi ini, salah satunya adalah Pasraman Prema Widya Shanti Kota Kendari. 

Jumat, 18 September 2020

Galungan di Masa Pandemi Covid-19 Di Kendari

Kendari, (Humas Sultra) -- Umat Hindu pada Rabu, 16 September 2020 merayakan Hari Suci Galungan. Hari raya yang datangnya 6 bulan sekali (210 hari), berdasarkan Kalender Saka, yaitu pada Buda Kliwon Wuku Dunggulan.

Tidak seperti 6 bulan yang lalu, umat Hindu di Nusantara merayakan Galungan kali ini di musim pandemi Covid-19. Umat Hindu wajib menyesuaikan kebiasaan baru dalam merayakan hari sucinya. Terutama dalam tata cara persembahyangan di Pura (Rumah Ibadah Hindu).

Sabtu, 05 September 2020

Pembimas: Penyuluh Wajib Punya Formula Khusus Di Era New Normal

Kendari, (Humas Sultra) -- Di masa era baru atau new normal pandemi covid-19 ini, setiap profesi menyesuaikan diri  dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Guru yang tidak melaksanakan tatap muka langsung dengan siswa, melaksanakan kegiatan pembelajaran daring, mlalui zoom meeting, google meet, wa group, dll. Hal ini pun berlaku bagi Penyuluh Agama Hindu baik PNS maupun Non PNS. 

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), I Komang Sukeyasa,  Kamis, 3 September 2020, bertempat di ruangan Bimas Hindu, menerima Penyuluh Agama Hindu Kab. Konawe, Arya Rai Dharmika dan Desak Ayu Ruasti yg bertugas di Kecamatan Wonggeduku dan Pondidaha.

Mereka melaporkan kegiatan Penyuluhan dan pembinaan di wilayah binaannya selama masa Pandemi. Sekaligus membawa laporan kegiatan Semester I (Jan-Juni 2020) dan LPJ Bantuan Rehab Pura di wilayah binaannya. 

Pembimas Hindu menerima laporan yang bersangkutan, dan menyampaikan agar penyuluh di musim covid wajib tetap produktif, dan taat menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan tugas dan wajib membina Pasraman di wilayah binaannya. 

"Penyuluh wajib kreatif jika mau produktif di masa new normal pandemi ini. Jika tidak kreatif tentunya akan sulit menyesuaikan kegiatan pembinaan di masa ini. Yang mana pengumpulan banyak orang dihindarkan," tutur Sukeyasa. 

"Seperti kegiatan di kelompok binaan Pasraman, terkait penyelenggaraan kegiatan pasraman, tetap bisa dilaksanakan dengan protokol ketat pencegahan covid-19. Agar anak-anak tidak telat dalam menerima pelajaran agama Hindu. Jadwalkan mereka dengan baik, sesuaikan dengan kapasitas ruang belajar. Kita juga maklum di kampung keterbatasan siswa memiliki smartphone kalau belajar daring. Belum lagi paket datanya," imbuh Pembimas menekankan.

Sukeyasa berharap seluruh penyuluh Agama Hindu baik PNS dan Non PNS memiliki formula yang tepat dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan di masa normal baru - pandemi covid-19. 

"Tanpa formula yang tepat. Kalian akan kebingungan mengisi 8 kali minimal dalam sebulan melaksanakan kegiatan penyuluhan sebagaimana KMA tentang Pedoman Penyuluh Non PNS," tegasnya. 

Hal ini juga disampaikan Sukeyasa kepada Penyuluh Agama Hindu Non PNS Kab.Kolaka Timur, Rabu (2/9/2020) lalu. Usai mengikuti Upacara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Padmasana dan Ruang Kelas Adi Widya Pasraman Dwitawana Saraswati, di Desa Tinomu, Kec. Loea, Kab. Kolaka Timur.

Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang berjumlah 11 Orang untuk Kab. Kolaka Timur dikumpulkan dan dibina agar bisa menjadi corong Bimas Hindu di masyarakat umat Hindu. Di dampingi Penyelenggara Bimas Hindu Kab. Kolaka Timur, Wayan Karyata. Sekaligus, mereka menyetorkan laporan kegiatan penyuluhan diSemester I.

"Kalian sebagai Penyuluh wajib menjadi perpanjangan tangan kami dalam melaksanakan pembinaan di masyarakat. Bekerjasamalah dengan Adat dan Parisada setempat. Hadirkan layanan Pemerintah di bidang Agama di masyarakat melalui keberadaan kalian. Kalian adalah corong bimas Hindu guna memberikan kami data terkait kondisi umat," tutupnya. (PKJ)

Kamis, 12 Juni 2014

Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari

Candi masuk Pura di Madyaning Mandala
Pura Penataran Agung Jagadhita, terletak didekat kompleks bangunan P2ID (Pusat Promosi dan Informasi Daerah) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kantor Camat Kadia, Kota Kendari.

Pada 2008 dilaksanakan renovasi Pura Penataran Agung Jagadhita meliputi : Padmasana dan perluasan Utama Mandala serta pembangunan Bale Pawedan, Panglurah, Candi Bentar, Bale Kulkul, Bale Pedawa Sara, Wantilan, dan Pengaspalan Kanista Mandala. Dan sampai saat ini di tahun 2017 sudah mengalami beberapa kali penataan dan perehaban dari bangunan Pura dan bangunan pendukung lainnya, sehingga tampak asri.

Pada tanggal 27 Juli 2008 di Pura ini dilaksanakan Upacara pamelaspasan, mapedagingan, ngenteg linggih, malabuh gentuh dan mapekelem ring segara. Yadnya terkait Utsawa Dharma Gita Nasional X 4-8 Agustus 2008. (Prasasti Pura)

Pura ini berstatus Pura Provinsi. Dan satu-satunya di Kota Kendari. Pura ini  disungsung oleh Banjar Sindhu Merta Kota Kendari, yang sampai saat ini (Maret 2017) tercatat 201 KK penyusung. Kelian Banjar, Gusti Kadek Sumertadana. 

Bagi yang berkunjung ke Kendari, kayaknya belum lengkap kalau tidak tangkil ke Pura ini. Apabila ada yang ingin melakukan tirtha Yatra ke Kendari bisa menghubungi kelian banjar Sindhu Merta. (PKJ)

Wantilan Pura di Kanistan Mandala.

Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari Tampak dari Udara

Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...