teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Tampilkan postingan dengan label SULINGGIH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SULINGGIH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

13 Sulinggih Di Sulawesi Tenggara

Kendari, (Inmas Sultra) - Umat Hindu di Sulawesi Tenggara kini dalam melaksanakan ritual/upacara Yadnya tidak perlu lagi jauh-jauh mencari Sulinggih/Pandita ke Bali. Kenapa demikian? Karena di Sulawesi Tenggara kini telah memiliki 12 Sulinggih yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota. Siapa saja Sulinggih kita ini, dan alamat Griya-nya sehingga mempermudah untuk tangkil/nuur Sulinggih? Ayo simak informasi berikut : 

1. Ida Pandita Mpu Nabe Dukuh Sidhi Prateka

Ida Pandita Mpu Nabe Sidhi Prateka
Alamat : Griya Taman Sari Kahuripan, Desa Jati Bali, Kec. Ranomeeto Barat, Kab. Konawe Selatan, beliau didiksa pada tahun 2002 bersamaan dengan Ida Pandita Mpu Nabe Satwikananda, dari Kel. Ngkari-Ngkari, Kota Baubau (kini beliau sudah jenek di Griya Gaga, Desa Tamanbali, Bangli, Bali) 

Jumat, 27 Januari 2017

Sudha Bumi Gria Wana Amerta Asram, Kini Sultra Miliki 9 Sulinggih

Kolaka Timur, (Inmas Sultra) - Upacara Sudha Bumi adalah salah satua upacara umat Hindu yang diperuntukkan untuk membersihkan pekarangan/palemahan seorang calon Pendeta Hindu, sehingga berubah status rumah menjadi Gria. Gria ini merupakan pusat kerohanian dari seorang brahmana/Pendeta. Hal inilah yang dilaksanakan di Desa Teposua, Kecamatan Loea, Kab. Kolaka Timur, kemarin  pagi (26/1). 

Rabu, 04 Mei 2016

Sudha Bumi Griya Tua Çiwa Sri Narayana Manuaba

Kendari (Inmas Sultra) - Sulawesi Tenggara kini telah resmi memiliki 7 Orang Sulinggih Dwijati dan 2 Orang Bhawati/Jero Gede. Salah satunya yang telah dikukuhkan di Bali tanggal 25 Desember 2015 lalu dan juga telah melaksanakan upacara Sudha Bumi Griya Tua Sri Narayana Manuaba, yang beralamat di Desa Lalonggapu, Kecamatan Landono Kab. Konawe Selatan. Beliau adalah Ida Pandita Mpu Purusa Daksa Manuaba dan Ida Pandita Mpu Padmi Daksa Manuaba.

Kegiatan Sudha Bumi, Macaru, Mulang Pedagingan telah dilaksanakan pada hari Minggu (1/5) dan kegiatan penyerahan Keputusan Ngalokapalasraya dari PHDI Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan Senin (2/5).  Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, I Putu Sudiarta, sambutan ketua Maha Gotra Sanak Sapta Rsi Prov. Sultra oleh Ida Bhawati Wayan Sutama, sambutan ketua PHDI Kab. Konsel I Wayan Cangker, yang dilanjutkan dengan pembacaan SK Ngelokapalasraya oleh sekretaris PHDI Sultra.

Kamis, 09 April 2015

Ida Pedanda Putu Anom Kawi Sulinggih Ke-6 di Sultra

Pada tanggal 8 April 2015 bertempat di Desa Punggulahi, Kec. Mowila, Kabupaten Konawe Selatan telah lahir seorang Pedanda Anyar. Upacara Diksa/Dwijati telah dilaksanakan sehingga umat Hindu Sulawesi Tenggara kini memiliki 6 orang Sulinggih/Pendeta. 

Upacara Padiksaan Ida Bagus Alit Putra dan Ida Ayu Wija Wati yang diprakarsai oleh PHDI Kabupaten Konawe Selatan dan PHDI Kecamatan Mowila ini berjalan dengan lancar. Sekarang setelah didiksa Ida Bagus Alit Putra bergelar Ida Pedanda Putu Anom Kawi dan Ida Ayu Wija Wati bergelar Ida Pedanda Istri Rai Kanaka. Dengan peningkatan status ini, Rumah beliau pun sekarang disebut dengan nama Griya, yaitu Griya Pamaron Anom Manuaba.

Minggu, 07 April 2013

Sudha Bumi Griya Maetri Giri Wanua Kolaka Timur

Ucapan selamat dari PHDI dan umat Hindu
Koltim, (Inmas Sultra) - Upacara Mesudha Bumi, Ngelinggihang Weda, dan Mapulang Lingga ini wajib dilaksanakan oleh seorang Pandita yang baru didiksa (dilantik menjadi pendeta) sehingga masyarakat luas mengetahui bahwa yang bersangkutan telah di diksa oleh Guru Nabe dan sudah boleh melaksanakan ngeloka palasraya serta mepimpin upacara sesuai sesananing kepanditaan.

Pinandita I Wayan Widarsa yang telah dilantik menjadi Pendeta melalui acara Diksa di Gria Budeng, Bali dan Mapulang Lingga di Kolaka Timur, 6 April 2013. Beliau kini bergelar Sire Mpu Pandhya Dwijananda Putra dan istri beliau bergelar Sire Mpu Galuh Pandhya Dwijananda Putra. Dengan nama Griya, yaitu Griya Maetri Giri Wanua. Upacara ini disaksikan oleh Adat dan PHDI setempat dan oleh Pengurus Maha Semaya Warga Pande Bali dan Prov. Sultra.

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...