teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Tampilkan postingan dengan label Baubau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baubau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2024

Ribuan Umat Hindu Kota Baubau dan Buton Melasti di Pantai Lambora

Barangka, Jumat 8 Maret 2024
Dilaksanakan Melasti bersama oleh tiga Desa  Adat (Desa Adat Ngkari-Ngkari Kota Baubau, Desa Adat Wanajati Kota Baubau dan Desa Adat Sekarsari Kab. Buton). Melasti ini dilaksanakan di Pantai Pemelastian Lambora, tempat yang dimiliki oleh Tiga Desa Adat sebagai tempat kegiatan keagamaan Hindu dibawah koordinir Badan Otoritas Pura Pemelastian Pantai Lambora. 
Kegiatan ini di ikuti oleh ribuan umat Hindu yang ada di ketiga Desa Adat dan dua wilayah Kota Baubau dan Kabupaten Buton, berbaur menjadi satu dalam kebersamaan. 

Melasti ini dilakukan dalam rangka rangkain Hari Suci Nyepi dengan tujuan mengiringi manifestasi Tuhan (Prawatek Dewata)membersihkan alam semesta dan mengambil tirtha amertha ditengah lautan. 
Uoacara diawali dengan menghaturkan pecaruan, melis, mapakelem dan mengambil tirtha amertha. Setelah itu dilaksanakan persembahyangan bersama. Setelah menerima air suci dan bija diselingi oleh penyampaikan hasil paruman PHDI Prov oleh Ketua PHDI Kota Baubau bapak Jro Mangku Ketut Siwayasa Siwo , dilajutkan dengan pengutan pesan dharma terkait melasti dan nyepi oleh penyuluh agama Hindu Kemenag Kota Baubau, dan penyampaian terakhir oleh Ketua Badan Otoritas tentang keberadaan pantai lambora. Upacara ini juga di iringi oleh seka gong remaja ketiga desa adat silih berganti menabuhkan alunan gita suara. 

Acara melasti ini tiap tahun dilakukan dengan baik dan tertib, dibantu oleh pecalang, pihak kepolisian polsek bungi dan kapontori, babinsa serta petugas kesahatan yang siaga dari Puskesmas Kampiono. 
#bimashindusultra
Sumber: I Nyoman Suweta
Editor: Pande Kadek Juliana 

Senin, 14 November 2022

25 Siswa Pasraman di Baubau dan Buton Dibina Dalam Kegiatan Pasraman Kilat

PASRAMAN KILAT BERSAHABAT TAHUN 2022 DI BAUBAU
Kegiatan Pasraman Kilat di Baubau
Baubau (13/11/2022) Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara menyelenggaran Kegiatan Pasraman Kilat bersahabat ke -3 Provinsi Sulawesi Tenggara di Kota Baubau untuk Siswa Pasraman Kota Baubau dan Kab. Buton.

Rabu, 28 September 2022

Orientasi Penguatan Moderasi BeragamaPHDI Kota Baubau

Baubau, (humas bimas Hindu) --- Kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 11 September 2022 di Aula Kelurahan Ngkari-Ngkari, di ikuti.oleh 30 Peserta dari berbagai lembaga dan organisasi Hindu. Kegiatan ini atas bantuan Bimas Hindu Sultra Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022 guna mewujudkan Tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi oleh Kemenag RI. 

Acara ini di buka oleh Pembimas Hindu yang diwakili oleh Romo Hariono Sultra dalam sambutannya, beliau mengajak semua pihak untuk selalu menjaga toleransi antar dan inter umat beragama, guna tercapai keharmonisan sesuai dengan tujuan agama Hindu. 

Dalam Orientasi ini ada empat narasumber pertama dari Bimas Hindu oleh Romo Hariono materi tentang Moderasi Beragama dalam perseftif agam Hindu. Materi kedua oleh Dr. Eng. I Nyoman Sudiana, S.Pd. M.Si (Dosen Unhalu sekaligus Ketua Phdi Sultra ) tentang Pentingnya pemahaman Literasi Beragama yang benar di eran revolusi industri 4.0 dan era digital,  Materi ketiga oleh Alim Dawuda (Alimin, A.Md.Komp.) ( Budayawan muda) tentang peningkatan pemahaman tentang budaya Buton dan kearifan lokal, histori dan sosial kultural dalam.menumbuhkan kerukunan di Kota Baubau. Narasumber keempat oleh I Ketut Siwayasa Siwo,  SE (Ketua PHDI Kota Baubau) materi: Arah kebijakan pembinaan umat di Kota Baubau guna memperkuat kerukunan intern dan antar umat beragama.

Acara berlangsung satu hari (fullday) di tutup oleh Ketua PHDI Provinsi Sulawesi Tenggara. (SWT)

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...