teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 September 2024

Kita Awali Hari Dengan Kejujuran Guna Membangun Integritas

Blijul di Acara TOT KMHDI Regional Sulawesi-Ambon Th. 2024 
Om Swastyastu, umat sedharma di mana pun berada. Mari kita kita awali hari ini dengan bicara tentang "Kejujuran" yang tentunya akan mengarah kepada sebuah etos kerja yang dinamakan Integritas. 

"सत्यं वद, धर्मं चर।" Satyam vada, dharmam char "Berkatalah dengan jujur, jalankanlah dharma (kebenaran)" (Taittiriya Upanishad, Shikshavalli I.11.1)

Sloka ini menekankan pentingnya kejujuran sebagai dasar moralitas dan spiritualitas dalam kehidupan manusia. Kejujuran adalah salah satu nilai tertinggi dalam agama Hindu karena dianggap sebagai pondasi dari semua tindakan yang benar.

Jumat, 28 Juli 2023

Bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan, Dirjen Bimas Hindu Ajak Umat Hindu Rayakan Galungan dengan Semangat Persatuan

Kunjungan Dirjen Bimas Hindu, Prof. Duija di AWP DS Koltim 2022

Jakarta – Hari Suci Galungan yang akan dirayakan pada 2 Agustus 2023 bertepatan dengan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 78 tahun.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, I Nengah Duija mengajak umat Hindu untuk memproyeksikan semangat persatuan sebagai bagian dari dharma agama dan dharma negara.

“Galungan dan Kemerdekaan RI sama-sama bermakna kemenangan. Menjadi momentum yang tepat bagi umat Hindu untuk kembali menyulut semangat persatuan” ungkap Prof Duija pada Selasa (2/8/2023) di Jakarta Timur.

Jumat, 03 Februari 2017

Dahsyatnya Cinta (Menguak Konversi Agama Atas Nama Cinta) #SaveMenNik

Sebelum kita bercerita ke arah tujuan utama goresan tangan di atas keyboard ini, baiknya kita menyimak cerita berikut. 
=============================================
Hoax & Dronna Sindroom

Arahkan pikiranmu ke Medan Perang Kuruksetra pada Epos Besar Mahabaratha sekarang, dan lihatlah!

Ilustasi gambar : Guru Drona
Krisna tahu benar bahwa Rsi Drona sangat sulit bahkan mustahil untuk dikalahkan di dalam peperangan. Sepanjang Rsi Drona dengan kesadaran penuh memegang langkap, selama itulah beliau tidak terkalahkan. Akhirnya Krishna menemukan titik kelemahan sang murid Rsi Bharghawa. Tresna (cinta). Ia, CINTA adalah kelemahan paling buruk dari setiap ksatria semacam Rsi Drona.

Rabu, 26 Februari 2014

Hindu Menjawab - Hindu Menyembah Pohon, Arca, Patung?

OM Swastyastu,

Cening ajak makejang...
Bape hadir kembali, dengan kerinduan bape terhadap kalian semua dengan membawa cerita percakapan bape dengan Saudara muslim kita yang memang di antara mereka banyak yang belum memahami tentang uniknya cara PerSEMBAHyangan kita terhadap IDA SHANG PENCIPTA,

Saudara Muslim: Bhagawan boleh kah saya bertanya sesuatu...?

Bhagawan Sunya: Kenapa tidak bertanyalah cening... Mudah_mudahan bape bisa memberikan jawaban atas pertanyaan cening'e...

SM : Bhagawan... kenapa umumnya orang Hindu dan khususnya orang Hindu di Bali menyembah arca yang di sebut pelinggih, patung, dan pohon, apakah tuhan kalian yang di sebut IDA SHANG HYANG WIDI WASA tersebut tinggal di sana...? 

Sabtu, 02 November 2013

Berkarmalah

Tak terasa manusia lebih terlena dalam suasana kebahagian atau titik kenyamanan sesaat yang maya hingga sering menyimpang dari planing trek pendakian hidup sesungguhnya.

Umat sedharma, mari belajar paham.

Ucapkanlah, Oh Hyang Widhi, hamba tak ingin sperti burung mati d lumbung padi, terima kasih karena membuat hamba sadar bahwa engkau sejatinya sangat spesial, memberi kejutan disaat tak terduga, memberi tangis dalam tawa, dan memberi suka dalam tiap duka.

Selalu penuh misteri dan rahasia, walau tak jarang engkau memberi hamba isyarat sang kala yg sering hamba sepelekan, sungguh sejatinya engkau maha pemurah lagi penyayang.

Perjalanan Ke Dalam Diri

Umat sedharma, mari belajar paham.

Bahwa, sejauh mana serta sebesar apapun usaha kita mengejar dan menapaki kerasnya jalan kehidupan, hasil yang akan diperoleh semuanya bersifat duniawi baik menyedihkan maupun menggembirakan.

Jika kita ingin berada pada dimensi terlepas dari keduniawian (tidak sedih maupun tidak gembira), maka jalan yang mesti ditempuh adalah perjalanan ke dalam diri untuk lebih memahai dari mana asal kita dan terakhir kita akan menuju ke mana.

Ini adalah proses mencari jatidiri (bukan identitas diri)

Mampukah kita??

-SangKala-

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...