teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Jumat, 01 Mei 2015

Boleh Berbohong?

Dalam Ajaran Hindu mengenal Panca Nrta yaitu Lima kebohongan yang diperbolehkan. pembagiannya antara lain:

1. Berbohong Kepada Anak-anak
Misalnya membohongi anak kecil kalau dia menduduki bantal maka akan bisulan. Padahal secara logika, mana mungkin bantal bisa membuat bisulan. Tujuan dari kebohongan ini adalah menjaga sopan santun sang anak bahwa bantal untuk kepala tidak boleh diduduki.

2. Berbohong dalam Dunia Perdagangan
Untuk memperoleh untung, seorang pedagang memang berbohong ketika menjual sesuatu barnag miliknya. Akan sangat tidak mungkin jika seseorang menjual barang dagangannya sesuai dengan harga aslinya, maka pedagang itu pasti akan rugi mengingat biaya transportasi dan lain sebagainya harus diperhitungkan.

3. Berbohong Kepada Musuh
Misalnya, saat di medan perang, kita tertangkap oleh musuh dan jiwa kita terancam jika tidak memberi informasi. Dalam keadaan seperti ini kita boleh berbohong dalam memberikan informasi.

4. Berbohong Kepada Pasangan
Aturan ini berlaku untuk pasangan yang sudah terikat janji suci pernikahan. Mengapa boleh berbohong pada pasangan? Ini tujuannya cukup baik yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga. Misalnya, di pagi hari seorang istri membuatkan sarapan untuk suaminya. Tentu suaminya memuji bahwa masakan istrinya sangat enak, walau kenyataannya mungkin rasanya asin.

5. Berbohong Kepada Orang Sakit
Misalnya, jika kita menjenguk seorang kawan di rumah sakit. Selalu katakan “Kamu akan segera sembuh”, baik itu kebenaran atau kebohongan. Namun, jika kita mengatakan “umurmu tinggal 7 hari lagi”. Coba kita pikirkan, bagaimana perasaan orang tersebut.

Penyuluh Agama Hindu Non PNS, Ngakan: Kami Akan Segera Laksanakan Pembinaan

Kendari, (Inmas sultra) - Umat Hindu di Sulawesi Tenggara adalah umat Hindu terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Lampung. Dengan jumlah umat sekitar 80 ribuan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Dengan sebaran di masing-masing kabupaten yang tidak merata serta wilayah yang luas, tentunya pembinaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara oleh Kementerian Agama tidak bisa merata, apalagi SDM Hindu di Kanwil Kemenag Sultra sangat terbatas. 

Jumat, 10 April 2015

PD KMHDI SULTRA BENTUK PC KMHDI KENDARI

Kendari - Dalam rangka pengoptimalan kinerja PD KMHDI Sultra guna memperlancar program kerja tahunan serta pembinaan SDM Muda Hindu, PD KMHDI SUltra pada bulan Desember 2014 lalu telah membentuk Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Kendari. 

Sebelum dibentuknya PC KMHDI Kendari, terlebih dahulu telah dibentuk Komisariat KMHDI Kota Kendari, baru dibulan Desember 2014 lalu bisa dilaksanakan Sabha I Komisariat KMHDI Kendari. Pelaksanaan Sabha dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2014 di Jaba Pura Penataran Agung Jagat Hita Kota Kendari. Pengukuhan Pengurus dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2014 yang dirangkaikan dengan kegiatan Kakilala (Bina Akrab) Angkatan 2014 yang bertempat di Pantai Toronipa. 

Kamis, 09 April 2015

Ida Pedanda Putu Anom Kawi Sulinggih Ke-6 di Sultra

Pada tanggal 8 April 2015 bertempat di Desa Punggulahi, Kec. Mowila, Kabupaten Konawe Selatan telah lahir seorang Pedanda Anyar. Upacara Diksa/Dwijati telah dilaksanakan sehingga umat Hindu Sulawesi Tenggara kini memiliki 6 orang Sulinggih/Pendeta. 

Upacara Padiksaan Ida Bagus Alit Putra dan Ida Ayu Wija Wati yang diprakarsai oleh PHDI Kabupaten Konawe Selatan dan PHDI Kecamatan Mowila ini berjalan dengan lancar. Sekarang setelah didiksa Ida Bagus Alit Putra bergelar Ida Pedanda Putu Anom Kawi dan Ida Ayu Wija Wati bergelar Ida Pedanda Istri Rai Kanaka. Dengan peningkatan status ini, Rumah beliau pun sekarang disebut dengan nama Griya, yaitu Griya Pamaron Anom Manuaba.

Selasa, 24 Maret 2015

LAKSANAKAN MELASTI, RIBUAN UMAT HINDU PENUHI PANTAI NAMBO

Kendari, (inmas sultra)__Menyambut Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2015, Umat Hindu di Sulawesi Tenggara telah memulai rangkaian upacara Nyepi dengan melaksanakan kegiatan Melasti/Makiyis, 18 Maret 2015 kemarin. Ribuan umat Hindu dari Konawe, Konsel, dan Kendari penuhi Pantai Nambo, Kendari. Karena banyaknya umat Hindu yang datang, sempat membuat macet jalan Poros Abeli-Nambo.

Senin, 23 Maret 2015

Menag: Nyepi Waktu Bercermin Diri

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Hindu untuk dapat mengambil makna terdalam dalam perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Menurutnya, Nyepi mengandung makna introspeksi dan karenanya menjadi saat yang tepat untuk bercermin diri.

“Pelaksanaan hari raya Nyepi mengandung makna introspeksi bahwa pada suatu waktu manusia perlu bercermin ke dalam dirinya sendiri,” pesan ini disampaikan Menag melalui siaran salah satu stasiun televisi nasional, Jumat (20/03) malam. 

Menag Ucapkan Selamat Jalani Catur Brata Bagi Umat Hindu

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan selamat menjalani Catur Brata kepada seluruh umat Hindu yang merupakan bagian dari rangkain perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Pesan ini disampaikan Menag melalui siaran salah satu televisi nasional, Jumat (20/03) malam.

Perayaan Nyepi diawali dengan upacara Tawur Kesanga atau penyucian Buwana Agung dan Buwana Alit. Rangkaian berikutnya adalah melaksanakan empat macam pengendalian diri yang disebut Catur Brata Penyepian, yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karye (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang dan mengumbar hawa nafsu). 

Selasa, 03 Februari 2015

PROGRAM BIMAS HINDU SULTRA 2015

Program Kegiatan Bimas Hindu Sultra 2015
1. Bantuan Penyelenggaraan Pasraman Kilat;
2. Bantuan Rehab Gedung Pasraman;
3. Bantuan BOP Pasraman;
4. Bantuan Lembaga Pendidikan Hindu;
5. Bantuan rehabilitasi tempat ibadah/pura;
6. Bantuan Ekonomi umat/Kelompok Tani Hindu;
7. Bantuan sarana prasarana rumah ibadah;
8. Bantuan Sarana Keagamaan Siwakarana;
9. Bantuan Pemberdayaan Lembaga keagamaan;
10. Bantuan Operasional Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu;
11. bantuan Pembinaan Serati;
Serta kegiatan pembinaan pendidik dan penyuluh non PNS. dumogi Hyang Widhi asung kertha wara nugraha, semua kegiatan bisa turun dan terlaksana dengan baik dan umat Hindu di sulawesi tenggara mendapatkan manfaat dari program bimas Hindu sultra. Swaha.

Senin, 05 Januari 2015

LOWONGAN MENJADI PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS 2015

LOWONGAN PEKERJAAN :

Jika anda Sarjana Agama Hindu (S.Ag., S.Pd.H., S.Fil.H., S.Sos.H.) di Sulawesi Tenggara, Bimas Hindu Sultra membuka peluang untuk seluruh lulusan sarjana agama Hindu untuk mengabdi menjadi penyuluh agama hindu non PNS di Lingkup Kanwil Kemenag Prov. SUltra.

Segera bawa surat lamaran/permohonan kamu ke Kantor Wilayah Kemenag Sultra, Jl.Jend. A. Yani No. 6 kendari.
Lengkapi :
1. Surat Permohonan menjadi penyuluh agama Hindu non PNS
2. Copy KTP,
3. Copy Ijasah dan transkrip nilai
4. foto ukuran 3 x 4 = 1 lbr.

LAMARAN DITUJUKAN KEPADA :
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sultra
u.p. Pembimas Hindu
Kendari

PALING LAMBAT AKHIR JANUARI 2015. Karena penetapan SK di awal Pebruari 2015.

Jumat, 02 Januari 2015

HASIL EVALUASI UDG TINGKAT NASIONAL XII TAHUN 2014

Berikut kami sampaikan hasil evaluasi kegiatan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2015 di Jakarta.

Semoga dengan evaluasi ini, ke depan dapat lebih baik lagi penyelenggaraannya.


Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...