Kuatkan Pendidikan Karakter Siswa Pasraman, Penyuluh lakukan pembinaan.
![]() |
| BRUS Siswa Hindu Tingkat SMP se-Kota Kendari |
KENDARI (Bimas Hindu) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari melalui Penyuluh Agama Ahli Muda, Pande Kadek Juliana bersama Pokjaluh Agama Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar pembinaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi 73 siswa SMP se-Kota Kendari di Wantilan Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari, Minggu (16/8/2026).
Para peserta yang tergabung di Pasraman Prema Widya Shanti Kota Kendari tersebut mengikuti jalannya kegiatan dengan didampingi langsung oleh Ketua Pasraman beserta para guru. Ketua Pasraman, Hariono menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.
"Setiap satu kali dalam sebulan, siswa Pasraman setiap jenjang mengikuti ekstrakurikuler, mereka belajar melaksanakan sadhana siswa Pasraman, guna memperkokoh sraddha dan bhaktinya. Nah ini waktu yang tepat untuk diisi kegiatan ini," tutur Hariono.
Program BRUS merupakan agenda edukatif berbasis keagamaan yang dirancang untuk memberikan pemahaman awal kepada remaja mengenai dinamika tumbuh kembang, pengelolaan diri, hingga pencegahan risiko pergaulan bebas dan perkawinan anak. Melalui pendekatan ajaran Etika dan Susila Hindu yang dikemas dalam cerita keagamaan, peserta diajak memahami nilai-nilai moral secara aplikatif.
Penyuluh Agama Ahli Muda Kemenag Kota Kendari, Pande Kadek Juliana, menegaskan pentingnya pembekalan pranikah dan ketahanan diri sejak jenjang sekolah menengah.
![]() |
| BRUS siswa Pasraman oleh Penyuluh |
"Masa remaja adalah fase krusial dalam pembentukan karakter. Melalui BRUS, kami menekankan pemahaman awal terkait ciri-ciri keremajaan, bagaimana merawat dan menjaga diri, serta risiko pergaulan bebas maupun pernikahan dini. Kita ingin generasi muda Hindu memiliki fondasi moral yang kokoh," ujar Pande.
Pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada arahan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Sultra, I Komang Sukeyasa. Dalam instruksinya kepada seluruh Penyuluh Agama Hindu se-Sulawesi Tenggara, ia menggarisbawahi perlunya penguatan ketahanan remaja melalui Bimbingan Pranikah bagi Remaja Usia Sekolah di setiap wilayah binaan.
"Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pembinaan keagamaan dan memberikan pendampingan berkelanjutan kepada generasi muda Hindu. Penyuluh di lapangan memiliki peran kunci untuk memastikan para remaja mendapatkan pemahaman yang tepat sebagai benteng moral mereka," ungkap I Komang Sukeyasa.
Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, siswa Pasraman diajak melaksanakan gerakan Green Dharma, penerapan program Ekoteologi Kemenag melalui bersih-bersih Pura, dilanjutkan sembahyang bersama. Usai kegiatan BRUS, siswa Pasraman diajak Penyuluh untuk belajar membuat uparengga, sarana upacara berupa ketupat nasi. (PKJ)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar