teks berjalan

karmany evadhikarãste, mã phalesu kadãcana, mã karma-phala-hetur bhŭr , mã te sango ‘stv akarmani (B.G. Dwitiya adhyaya, sloka 47) -- Berbuatlah hanya demi kewajibanmu, bukan hasil perbuatan itu (yang kau pikirkan), jangan sekali-kali pahala jadi motifmu dalam bekerja, jangan pula berdiam diri tanpa kerja.

Generasi Muda Hindu Anti Narkoba

Sabtu, 01 Agustus 2026

Pesan Kedamaian dari Balik Jeruji Nanga-Nanga: Kala Bahagia Ditemukan dalam Kata "Cukup"


Kegiatan Penyuluh Pande Kadek Juliana di Lapas Perempuan Kendari
KENDARI (Bimas Hindu) — Bahagia ternyata tak melulu soal kebebasan fisik atau kemewahan materi. Di dalam ruang sunyi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari yang berlokasi di kawasan Nanga-Nanga, sebuah pesan mendalam tentang makna keikhlasan bergema pada Jumat (31/7/2026).

Melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Penyuluh Agama Hindu Ahli Muda, Pande Kadek Juliana, S.S., kembali hadir menggelar Layanan Bimbingan Rohani, Spiritual, dan Mental. Meskipun hanya diikuti oleh satu-satunya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu di tempat tersebut, suasana ibadah tetap berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan rasa haru.

Dalam sesi penyuluhan kali ini, Pande Kadek Juliana mengangkat topik yang amat menyentuh realitas batin warga binaan, yakni "Bahagia Ada pada Ukuran Kata 'Cukup' dengan Penuh Rasa Syukur dan Ikhlas".

Di hadapan WBP yang sedang menjalani masa pemulihan diri tersebut, ia menekankan bahwa penderitaan sering kali bersumber dari ketidakmampuan manusia untuk mengendalikan keinginan diri.

"Ketika kita bisa mengatakan kata 'cukup', di situlah kita mulai belajar mengerem diri untuk tidak terus-menerus mencari, menggali, atau mengeksploitasi nafsu duniawi. Dari kata cukup, tumbuh rasa syukur atas apa yang kita miliki hari ini, serta keikhlasan melepas apa yang telah berlalu. Dengan begitu, hati kita terlindungi dari sifat iri terhadap pencapaian orang lain," ujar Pande Kadek dengan penuh penekanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, penanaman pesan Dharma, sesi dharmatula (diskusi spiritual dua arah), dan ditutup secara hikmad melalui sembahyangan Trisandya.

Suasana Bimbingan Rohani (Binroh) kali ini terasa makin berkesan karena menjadi momen pendampingan terakhir bagi Kasubsi Admisi dan Orientasi Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Ni Putu Desy Anggraeni. Pejabat yang sehari-hari mengurusi data serta pelayanan administrasi dan orientasi tahanan/narapidana ini dipindahtugaskan ke tempat baru.

"Hari ini adalah hari terakhir saya mendampingi kegiatan Binroh Hindu di sini, karena mulai Senin depan saya sudah resmi bertugas di Rutan Kelas IIA Kendari. Saya sangat berharap sinergi dan kerja sama bimbingan kerohanian bagi WBP Hindu ini terus berjalan baik dan lancar," ungkap Desy penuh harap.

Melalui program bimbingan yang berkelanjutan ini, Kemenag Kota Kendari membuktikan bahwa pelayanan keagamaan dan penyemaian nilai kebaikan akan selalu hadir bagi siapa saja, tanpa memandang jumlah maupun tempat. (Blijul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Menarik Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...