![]() |
| Kasubdit Pendidikan Dasar Buka Kegiatan Visitasi |
Muna Barat, 29 Mei 2026 – Harapan hadirnya satuan pendidikan Hindu di wilayah kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara semakin mendekati kenyataan. Tim Visitasi dari Subdit Pendidikan Dasar, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Pendidikan Dasar, Dewa Agung Raditya, S.Ag., bersama tim yang terdiri dari Putu Arya Dharma, Made Sudana, dan Gunadi, melaksanakan visitasi izin pendirian dan operasional Pratama Widyalaya Surya Genitri, Desa Wulanga Jaya, Kabupaten Muna Barat, secara daring.
Kegiatan visitasi turut didampingi oleh Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, I Komang Sukeyasa, S.E., Pelaksana Kadek Yogiarta, serta Plt. Penyelenggara Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Muna Barat, Pajar Toona, S.Ag. Pada awal visitasi, Plt. Penyelenggara Hindu Kabupaten Muna Barat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pendirian widyalaya yang menurutnya telah lama dinantikan masyarakat Hindu di Muna Barat. Berbekal pengalaman dalam mengelola satuan pendidikan madrasah, pihak Kemenag Muna Barat bersama Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada umat Hindu setempat hingga akhirnya proses pengajuan dapat berjalan. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat mendukung dan mengawal proses sejak awal pengajuan berkas hingga pelaksanaan visitasi.
Selanjutnya, Tim Visitasi melakukan konfirmasi terhadap berbagai dokumen dan kesiapan dukungan yang dimulai dari Ketua Yayasan Widya Dharma Wulangan Jaya. Dalam kesempatan tersebut, yayasan menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan operasional pendidikan pada Pratama Widyalaya Surya Genitri Wulangan Jaya, termasuk kesiapan pembiayaan, sumber pendukung pendanaan, ketersediaan guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta komitmen terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Pembimas Memyampaikan Dukungan
Tim juga melakukan pendalaman kepada
calon pengelola, khususnya calon kepala sekolah, Kadek Ardika, S.Ag., terkait
kesiapan, kualifikasi akademik, kompetensi, dan pengalaman mengelola satuan
pendidikan. Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan siap memimpin dan
mengembangkan widyalaya yang akan berdiri di Kabupaten Muna Barat tersebut. Dari
sisi peserta didik, kesiapan juga terlihat cukup menggembirakan. Berdasarkan
data yang disampaikan, telah terdapat 24 calon siswa baru yang siap diterima
pada Tahun Ajaran 2026/2027. Tidak hanya itu, dukungan sarana dan prasarana
turut diperlihatkan kepada tim, mulai dari papan nama Pratama Widyalaya, ruang
kelas lengkap beserta kursi belajar, ruang guru, hingga alat permainan edukatif
(APE) dalam dan luar ruangan yang telah tersedia. Suasana visitasi semakin
meyakinkan ketika Tim Subdit Pendidikan Dasar melakukan konfirmasi langsung
kepada orang tua calon siswa. Tim visitasi bahkan menyampaikan bahwa baru
pertama kali dalam pelaksanaan visitasi izin operasional mereka mendapati kehadiran
orang tua calon siswa secara aktif. Kehadiran tersebut dinilai menjadi bukti
nyata tingginya harapan dan dukungan masyarakat terhadap berdirinya Pratama
Widyalaya Surya Genitri di Muna Barat. Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulawesi
Tenggara, I Komang Sukeyasa, S.E., dalam keterangannya menyatakan dukungan
penuh terhadap pendirian widyalaya tersebut. Menurutnya, kehadiran Pratama
Widyalaya Surya Genitri merupakan momentum yang telah lama dinantikan, terlebih
karena akan menjadi widyalaya pertama di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara. Beliau
menjelaskan bahwa berkas permohonan telah diterima sejak Januari 2026, namun
terdapat beberapa dokumen mendasar yang masih perlu dilengkapi, terutama
terkait OSS, NIB, dan status tanah milik yayasan. Setelah seluruh persyaratan
dinyatakan lengkap, Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara segera
memberikan rekomendasi dan meneruskan berkas ke Direktorat Jenderal Bimas Hindu
untuk diproses lebih lanjut hingga tahap visitasi. “Jika izin operasional ini
terbit, maka jumlah widyalaya di Sulawesi Tenggara akan bertambah satu, dari 14
menjadi 15 widyalaya. Ini tentu menjadi tonggak penting bagi penguatan layanan
pendidikan Hindu, khususnya di wilayah kepulauan,” ujarnya. Ia juga berharap
Ditjen Bimas Hindu dapat segera memproses penerbitan izin operasional sehingga
Pratama Widyalaya Surya Genitri dapat mulai beroperasi pada Tahun Ajaran
2026/2027.
Kegiatan Tanya Jawab Visitasi
Pada sesi diskusi dan tanya jawab,
peserta juga menanyakan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim
menyampaikan bahwa widyalaya pada prinsipnya memiliki hak yang sama untuk
menerima program MBG setelah izin operasional dan Nomor Pokok Sekolah Nasional
(NPSN) diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku. Rangkaian visitasi
berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh semangat kolaborasi. Dukungan
pemerintah melalui Penyelenggara Hindu Kemenag Muna Barat, kesiapan yayasan dan
pengelola, serta antusiasme orang tua calon siswa semakin memperkuat keyakinan
Tim Visitasi terhadap kelayakan operasional Pratama Widyalaya Surya Genitri
Wulangan Jaya. Di akhir kegiatan, Tim Visitasi menyampaikan bahwa seluruh hasil
visitasi akan dibahas dalam rapat pimpinan sebagai dasar penentuan penerbitan
izin operasional, sembari berharap doa dan dukungan semua pihak agar proses
tersebut berjalan lancar demi hadirnya widyalaya baru di Kabupaten Muna Barat.

Kami selaku pihak sekolah sangat berterimakasih Seklai atas apa yang di Fasilitasi oleh pihak Kemenag Muna Barat, Oleh Bimas Provinsi Sulawesi Tenggara Bahkan Pusat krn disetiap prosesnya selalu di Beri Arahan agar Semua Bisa berjalan.. 🙏
BalasHapusSemoga Pratama Widyalaya Aksara Genitri bisa Menjadi Sarana Penidikan Yang Memberi Nilai Tambah Positif buat Lingkungan khusunya yg ada di Wulanga Jaya dan sekitarnya..